Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Baru: Pendidikan, Karier, Harta Rp138 Miliar hingga Rekam Jejak
Sabila JPβ’β’1 views
Nasional
Suahasil Nazara. [Dok.Antara]
Suarapantura.com - Nama Suahasil Nazara kembali menjadi pusat perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Senin, 14 September 2026.
Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang hanya sekitar satu tahun menduduki kursi Menteri Keuangan. Sebelum menjadi menteri, Suahasil merupakan Wakil Menteri Keuangan dan telah mendampingi Menteri Keuangan sejak 2019.
Pengangkatannya membuat Suahasil menjadi Menteri Keuangan ketiga pada pemerintahan Presiden Prabowo dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.
Siapa Suahasil Nazara?
Suahasil Nazara lahir di Jakarta pada 23 November 1970. Ia merupakan ekonom dan akademisi yang sebagian besar perjalanan kariernya berada di lingkungan kebijakan ekonomi dan fiskal.
Berbeda dengan sejumlah pejabat yang masuk pemerintahan setelah berkarier di dunia politik, Suahasil memiliki latar belakang kuat sebagai akademisi dan teknokrat ekonomi.
Ia memulai karier sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 1999. Di lingkungan akademik UI, ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis.
Pendidikan Suahasil Nazara
Riwayat pendidikan Suahasil cukup panjang dan seluruh pendidikan tingginya berada di bidang ekonomi.
S1 Ekonomi β Universitas Indonesia, 1988β1994
Master of Science (MSc) β Cornell University, Amerika Serikat, 1995β1996
Doctor of Philosophy (PhD) β University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, 2000β2003
Guru Besar Ilmu Ekonomi, 2009.
Dengan latar tersebut, Suahasil bukan orang baru dalam perumusan kebijakan ekonomi Indonesia.
Karier dari Kampus hingga Kementerian Keuangan
Sebelum masuk ke pemerintahan, Suahasil menghabiskan waktu cukup panjang sebagai akademisi.
Di UI, ia pernah menjadi:
Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi, 2004β2005
Kepala Lembaga Demografi UI, 2005β2008
Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, 2009β2013
Guru Besar Ilmu Ekonomi sejak 2009.
Ia kemudian mulai masuk lebih jauh ke lingkaran kebijakan pemerintah.
Pada 2009β2011, Suahasil menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal.
Pada 2016, ia dipercaya menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan. Posisi tersebut sangat strategis karena BKF berperan dalam merumuskan berbagai kebijakan fiskal pemerintah.
Kemudian pada 2019, Suahasil diangkat menjadi Wakil Menteri Keuangan. Jabatan tersebut dijalankannya selama bertahun-tahun sebelum akhirnya naik menjadi Menteri Keuangan pada September 2026.
Harta Kekayaan Suahasil Nazara Rp138,17 Miliar
Bagian yang juga menarik perhatian publik adalah laporan harta kekayaan Suahasil.
Berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada 27 Februari 2026 untuk periode 2025, Suahasil memiliki total harta kekayaan bersih sebesar:
Rp138.167.334.176
Laporan tersebut telah berstatus verifikasi administratif lengkap.
Rinciannya:
Jenis Harta
Nilai
Tanah dan bangunan
Rp49.857.555.000
Alat transportasi dan mesin
Rp1.228.000.000
Harta bergerak lainnya
Rp9.078.963.407
Surat berharga
Rp66.876.177.492
Kas dan setara kas
Rp6.037.703.482
Harta lainnya
Rp5.122.926.498
Total harta
Rp138.201.325.879
Utang
Rp33.991.703
Harta bersih
Rp138.167.334.176
Data tersebut berasal dari dokumen LHKPN resmi Kementerian Keuangan.
Surat Berharga Jadi Aset Terbesar
Dari laporan tersebut, aset terbesar Suahasil bukan tanah maupun kendaraan, melainkan surat berharga senilai Rp66,87 miliar.
Sementara tanah dan bangunan yang dilaporkan mencapai sekitar Rp49,86 miliar.
Untuk kendaraan, LHKPN mencatat empat mobil dengan total nilai Rp1,228 miliar:
Toyota Camry Sedan 2013: Rp160 juta
Honda Jazz Sedan 2019: Rp220 juta
Honda HR-V 2022: Rp330 juta
Toyota Alphard 2019: Rp518 juta
Tidak terdapat sepeda motor yang tercantum dalam laporan tersebut.
Berapa Pendapatan Suahasil sebagai Menteri Keuangan?
Untuk gaji resmi Menteri Keuangan, komponen yang dapat dihitung secara terbuka terdiri dari gaji pokok dan tunjangan jabatan.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, gaji pokok menteri adalah:
Rp5.040.000 per bulan
Sedangkan tunjangan jabatan menteri:
Rp13.608.000 per bulan
Sehingga total gaji pokok dan tunjangan jabatan mencapai:
Rp18.648.000 per bulan
atau sekitar Rp223,78 juta per tahun jika hanya menghitung 12 kali gaji dan tunjangan jabatan.
Namun angka Rp18,648 juta bukan berarti seluruh penerimaan atau fasilitas yang diterima seorang Menteri Keuangan hanya sebesar itu. Komponen fasilitas negara, perjalanan dinas, dan fasilitas kedinasan memiliki mekanisme tersendiri dan tidak tepat disebut sebagai gaji bulanan.
Selain itu, LHKPN tidak merupakan laporan penghasilan bulanan, sehingga tidak bisa digunakan untuk menyimpulkan berapa total pendapatan pribadi Suahasil setiap bulan.
Apakah Suahasil Nazara Pernah Tersandung Kasus?
Berdasarkan penelusuran terhadap sumber resmi dan pemberitaan yang tersedia, tidak ditemukan penetapan Suahasil Nazara sebagai tersangka dalam perkara korupsi.
Namanya memang berada di lingkungan Kementerian Keuangan selama bertahun-tahun, termasuk ketika sejumlah perkara hukum yang berkaitan dengan institusi tersebut muncul. Namun keterkaitan institusi atau jabatannya dengan suatu perkara tidak sama dengan keterlibatan pribadi dalam tindak pidana.
Karena itu, dalam profil ini tidak tepat mencantumkan Suahasil sebagai pernah terlibat kasus korupsi tanpa adanya dasar hukum atau penetapan resmi.
Pernah Menjadi Bagian dari OJK
Suahasil juga pernah menduduki posisi sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-Officio dari Kementerian Keuangan.
Pengalaman tersebut memperluas rekam jejaknya dari kebijakan fiskal ke sektor jasa keuangan dan pengawasan industri keuangan.
Kariernya menunjukkan pola yang cukup konsisten: akademisi β perumus kebijakan fiskal β Kepala BKF β Wakil Menteri Keuangan β Menteri Keuangan.
Tantangan Besar di Kursi Menteri Keuangan
Suahasil mengambil alih Kementerian Keuangan ketika pemerintah menghadapi tekanan untuk menjaga kredibilitas fiskal sekaligus membiayai berbagai program prioritas Presiden Prabowo.
Dalam pernyataan setelah dilantik, Suahasil menegaskan bahwa prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel dan menjaga defisit tetap di bawah batas 3 persen dari PDB sebagaimana ditetapkan dalam aturan fiskal.
Ia juga harus menghadapi situasi ketika pergantian Menteri Keuangan berlangsung cepat. Purbaya Yudhi Sadewa diberhentikan setelah sekitar satu tahun menjabat, di tengah sorotan terhadap kebijakan fiskal, defisit, nilai rupiah dan kepercayaan investor.
Dengan latar belakang sebagai ekonom, akademisi, Kepala BKF dan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil memasuki jabatan barunya dengan pengalaman panjang di dalam mesin kebijakan fiskal pemerintah.
Kini tantangannya bukan lagi menyusun kebijakan dari posisi wakil, tetapi menentukan arah kebijakan fiskal sebagai orang nomor satu di Kementerian Keuangan.
Data penting untuk kotak profil
Nama: Suahasil Nazara Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 23 November 1970 Jabatan: Menteri Keuangan RI Dilantik: 14 September 2026 Menteri sebelumnya: Purbaya Yudhi Sadewa Pendidikan: UI β Cornell University β University of Illinois Gelar: SE, MSc, PhD, Guru Besar Ilmu Ekonomi Karier: Dosen UI, Kepala BKF, Wakil Menteri Keuangan, Menteri Keuangan Harta LHKPN periode 2025: Rp138.167.334.176 Utang: Rp33.991.703 Gaji pokok + tunjangan jabatan: Rp18.648.000/bulan Status perkara pidana: Tidak ditemukan penetapan sebagai tersangka berdasarkan sumber yang ditelusuri.
Catatan: angka harta di atas adalah LHKPN periode 2025 yang disampaikan 27 Februari 2026, bukan berarti nilai kekayaan Suahasil pada hari pelantikan 14 September 2026.