SuaraPantura.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku membaca Wa Grup TNI-POLRI dan melihat ada anggota yang menolak pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).
Hal ini disampaikan Jokowi saat berpidato dalam Rapimnas TNI-Polri Tahun 2022, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Selain dihaduri para oetinggi TNI-POLRI, acara tersebut juga dihadiri Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin, dan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman.
Pada saat pidato, Presiden Jokowi mulai mengeluarkan nada tinggi saat membicarakan tentang perpindahan IKN.
Ia mengungkapkan mwmbaca isi percakapan di salah satu WhatsApp (WA) group TNI-Polri, ada prajurit yang menolak pemindahan IKN.
Karenanya, dia minta kepada Kapolri Jenderal Sigit Listyo Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk mendisiplinkan jajarannya.
"Juga hal-hal kecil, tapi harus mulai didisiplinkan di WA group. Saya melihat di WA group, Hati-hati!" tegas Jokowi.
Terkait hal ini, anggota Komisi Pertahanan DPR RI Effendi Simbolon mengatakan Jokowi sudah lama tahu oercakapan tersebut.
Menurut Effendi, Presiden Jokowi sudah mengetahui hal ini sejak lama.
Karena menurutnya, presiden pasti mendapatkan setiap hari mendapatkan laporan intelijen.
***