Suarapantura.com - Tragedi keluarga menggegerkan warga Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Seorang pria lanjut usia bernama Iksan (83) ditemukan tewas dengan luka bacokan di kebunnya pada Sabtu (10/10/2026) pagi. Anak kandung korban berinisial Nasiun (57) diduga menjadi pelaku pembunuhan tersebut.
Peristiwa berdarah itu diduga terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat kejadian, Iksan tengah berada di kebun miliknya sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka serius di bagian kepala, leher, dan tangan. Salah satu tangannya bahkan dilaporkan mengalami luka parah hingga nyaris putus.
Senjata tajam jenis golok diduga digunakan pelaku dalam aksi tersebut. Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari berbagai sumber, pelaku diduga membacok korban hingga lima kali dengan sasaran lengan, wajah, dan leher. Namun polisi masih mendalami keterangan tersebut dalam proses penyelidikan.
Kasus ini terungkap setelah Nasiun mendatangi rumah Kepala Desa Pengarasan, Ahmad Nirom, untuk menyerahkan diri. Kepada kepala desa, Nasiun mengaku telah membacok ayah kandungnya dan meminta agar kondisi korban diperiksa di kebun. Mendengar pengakuan itu, Ahmad Nirom bersama sejumlah warga segera menuju kebun milik korban dan mendapati Iksan sudah tergeletak bersimbah darah dalam kondisi tidak bernyawa.
Seorang saksi berinisial R mengaku melihat peristiwa tersebut dari jarak sekitar 40 meter. Menurut keterangannya, ia melihat pelaku menyabetkan golok ke arah korban, sebelum kemudian pelaku mendatanginya dan mengaku telah membunuh orang tuanya.
Polisi kemudian mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan Nasiun ke Polsek Bantarkawung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tim identifikasi dari Polres Brebes juga melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban di lokasi. Setelah proses identifikasi awal, petugas membawa jenazah Iksan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mendukung proses penyelidikan.
Terkait motif, Nasiun diduga melakukan perbuatan tersebut karena sakit hati setelah kerap dimarahi korban. Meski demikian, penyebab dan motif lengkap di balik dugaan pembunuhan itu masih perlu didalami oleh pihak kepolisian.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus tersebut. Pelaku telah diamankan dan berada di tangan kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
Sumber: Brebesinfo.com, Ketik.com, Posnews.co.id