Suarapantura.com - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka di Desa Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, pada Selasa (13/10/2026). Program ini mempertemukan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam satu agenda percepatan pembangunan desa.
Upacara pembukaan dipimpin Staf Ahli Bupati Brebes Bidang Sumber Daya Manusia, Supriyadi, yang hadir mewakili Bupati Brebes. Turut hadir Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Brebes, pimpinan perangkat daerah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0713/Brebes, perangkat desa, serta warga Penggarutan.
TMMD Sengkuyung merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui program ini, TNI membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, terutama yang masih membutuhkan dukungan infrastruktur dan layanan dasar.
Di Desa Penggarutan, program ini dibagi dalam dua sasaran. Sasaran fisik diarahkan pada pembangunan dan peningkatan infrastruktur desa serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Sasaran nonfisik diisi kegiatan penyuluhan, edukasi, dan pelayanan sosial untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat.
Sebelum pembukaan resmi, sejumlah pekerjaan sudah berjalan melalui tahap pra-TMMD. Berdasarkan laporan perkembangan per Sabtu (3/10/2026), renovasi tiga rumah tidak layak huni telah rampung seluruhnya. Ketiga rumah tersebut milik Taefuri, Mufid Hermawan, dan Nurhayati yang berada di RT 01 RW 03 Desa Penggarutan.
Pada sasaran infrastruktur, pengerjaan rabat beton sepanjang 65 meter dengan lebar 1,5 meter dan tebal 0,20 meter telah mencapai sekitar 30 persen. Sementara pembangunan jembatan kedua sepanjang 4 meter dan lebar 2,2 meter mencapai sekitar 15 persen.
Rangkaian pekerjaan yang direncanakan juga mencakup rabat beton pada ruas sepanjang 655 meter, 132 meter, dan 253 meter, serta plat deker, jembatan pertama, dan talud di beberapa titik. Sebagian pekerjaan lain, seperti dua dinding penahan tanah sepanjang 153 meter dan pasangan dinding sepanjang 20 meter, didukung melalui APBD Provinsi.
Pembangunan jalan dan jembatan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga, memudahkan pengangkutan hasil pertanian, serta mempermudah akses menuju fasilitas pelayanan dan pusat kegiatan ekonomi.
Melalui TMMD Sengkuyung, pemerintah daerah dan TNI berharap gotong royong masyarakat semakin kuat dan hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh warga Desa Penggarutan.
Sumber: Detik Nasional, Portal Bhayangkara, Radar Cyber.