Suarapantura.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia serta paket pangan bagi warga terdampak ambruknya Gedung Hogwan di Bumiayu, Kabupaten Brebes. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Bumiayu, Selasa (13/10/2026).
Bantuan yang disalurkan berupa uang santunan bagi keluarga tiga korban meninggal dunia dan paket bahan pangan bagi warga yang rumahnya terdampak reruntuhan. Penyaluran ini menjadi bagian dari kepedulian terhadap keluarga korban yang masih berduka pascainsiden tersebut.
Musibah itu terjadi pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026, sekitar pukul 05.20 WIB. Bangunan tua Hogwan yang berada di Jalan Lapangan Asri, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, ambruk dan menimpa rumah-rumah warga yang berada di depannya. Bangunan peninggalan masa kolonial tersebut dulunya merupakan pabrik tapioka, kemudian difungsikan sebagai gedung bulu tangkis.
Akibat peristiwa tersebut, tiga warga meninggal dunia. Dua di antaranya adalah kakak-beradik perempuan berusia 7 dan 4 tahun, sedangkan satu korban lainnya merupakan warga lanjut usia berusia 85 tahun yang ditemukan di bawah reruntuhan sekitar pukul 13.45 WIB. Selain korban jiwa, tiga rumah warga mengalami rusak berat dan dua rumah lainnya rusak ringan, dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta.
Proses evakuasi saat kejadian melibatkan BPBD, TNI, Polri, pemerintah desa, dan relawan dengan dukungan alat berat. Sementara itu, sisa bangunan yang dinilai membahayakan telah dibongkar oleh UPTD Pekerjaan Umum Bumiayu pada Jumat (11/9/2026) untuk mencegah terjadinya roboh susulan.
Sebelum bantuan dari Baznas Jateng, sejumlah bantuan telah lebih dulu disalurkan. Pada 31 Agustus 2026, PMI Brebes bersama Pelaksana Tugas Camat Bumiayu menyerahkan santunan sebesar Rp750.000 untuk setiap keluarga korban meninggal dunia. Kemudian pada 2 September 2026, Dinas Sosial Kabupaten Brebes menyalurkan bantuan perlindungan sosial dan logistik bagi warga terdampak.
Penyaluran bantuan dari Baznas Jateng diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban dan warga yang rumahnya rusak. Warga di sekitar lokasi juga diimbau tetap waspada terhadap kondisi bangunan tua yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Sumber: Ketik.com, Lidik Krimsus