Suarapantura.com - Warga Brebes, Kota Tegal, dan Slawi perlu bersiap menghadapi cuaca panas pada Kamis (15/10/2026). Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), langit di tiga wilayah tersebut diprakirakan berawan hingga cerah berawan sepanjang hari, dengan suhu siang yang terasa menyengat.
Di Slawi, ibu kota Kabupaten Tegal, kondisi cerah diprakirakan mendominasi. Suhu maksimum dapat mencapai 36 derajat Celsius, sementara kelembapan udara menurun hingga sekitar 37 persen. Kondisi panas dan kering yang sama juga diprakirakan bertahan di wilayah Brebes dan Kota Tegal.
Pengecualian berlaku bagi kawasan pegunungan di Kabupaten Tegal, seperti Bumijawa dan Bojong. Daerah tersebut bersuhu lebih sejuk, sekitar 18 hingga 24 derajat Celsius, dan berpeluang mengalami hujan ringan. Di kawasan pesisir dan dataran rendah Bregas, peluang hujan relatif kecil.
Gambaran tersebut sejalan dengan layanan prakiraan independen yang mencatat suhu tertinggi sekitar 36 derajat Celsius dan suhu terendah 24 hingga 25 derajat Celsius untuk wilayah Tegal dan Slawi pada Kamis ini. Langit diprakirakan berawan sebagian, dengan peluang hujan yang rendah sepanjang hari.
Secara musiman, Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi curah hujan Oktober 2026 berada pada kategori rendah, yakni 0 hingga 100 milimeter, dengan sifat di bawah normal. Musim hujan di sebagian besar Jawa Tengah diperkirakan baru dimulai pada November. Tegal dan Brebes termasuk wilayah yang lebih dulu memasuki musim hujan, yaitu pada dasarian pertama bulan tersebut.
Masa pancaroba diperkirakan mulai pertengahan Oktober. Pada fase peralihan ini, cuaca dapat berubah cepat. Warga diminta mewaspadai cuaca ekstrem lokal, seperti angin kencang dan hujan deras yang datang mendadak, meskipun kondisi kering masih mendominasi. Prakiraan BMKG untuk periode 13 hingga 19 Oktober 2026 juga menunjukkan kekeringan masih berlangsung di banyak wilayah Indonesia, tetapi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap berpotensi terjadi secara lokal.
Dari sisi kesehatan, cuaca panas dan berdebu dapat meningkatkan risiko dehidrasi serta gangguan pernapasan. Warga disarankan mencukupi kebutuhan cairan, mengurangi aktivitas berat saat terik, dan menggunakan pelindung dari sengatan matahari, terutama petani, pekerja lapangan, anak-anak, dan lansia. Saat debu atau polusi tinggi, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi dan masker dapat dipakai.
Warga juga diimbau tidak membakar sampah atau lahan kering karena rawan memicu kebakaran. Jika muncul keluhan seperti batuk, sakit dada, atau demam, warga disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Perkembangan cuaca terbaru dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG.
Sumber: MercuSwaraNews, Weather.com, Branda.co.id (prakiraan BMKG).