Suarapantura.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal menggelar kegiatan donor darah bagi warga Desa Slawi Kulon, Kecamatan Slawi, pada Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Bupati Tilik Desa yang menyasar langsung masyarakat di desa.
Kehadiran PMI di tengah kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi warga yang ingin mendonorkan darahnya, sekaligus menjaga ketersediaan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tegal. Staf UDD PMI Kabupaten Tegal, Aji Firmansyah, menyebut kegiatan donor darah ini juga digelar atas permintaan Bupati Tegal, dan PMI disebut selalu hadir dalam setiap agenda Bupati Tilik Desa untuk melayani calon pendonor.
Darah yang terkumpul tidak langsung disalurkan kepada pasien. Setiap kantong darah terlebih dahulu diperiksa dari infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD), meliputi hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan sifilis. Setelah dinyatakan lolos pemeriksaan, darah menjalani uji silang atau crossmatching sebelum didistribusikan. Sebagian darah diproses di PMI, sementara sebagian lainnya dikirim ke bank darah rumah sakit di Kabupaten Tegal.
Aji menyebut pasokan darah saat ini dalam kondisi mencukupi dan diklaim mampu menopang sekitar 85 persen kebutuhan di wilayah Kabupaten Tegal. Meski demikian, kebutuhan darah di UDD disebut berubah-ubah sepanjang tahun, bergantung pada permintaan dan ketersediaan stok.
Golongan darah O dan A disebut terkadang mengalami kekurangan secara bergantian. Karena itu, kegiatan donor darah seperti yang digelar di Slawi Kulon diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan darah agar pasien yang membutuhkan transfusi tetap terlayani.
Bupati Tilik Desa sendiri merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Tegal yang digelar bergiliran di setiap desa. Dalam pelaksanaannya, program ini menghadirkan belasan layanan publik sekaligus, mulai dari layanan administrasi kependudukan hingga layanan kesehatan, termasuk donor darah. Kehadiran layanan donor darah di tengah agenda tersebut memberi kemudahan bagi warga yang selama ini mungkin terkendala jarak atau waktu untuk datang langsung ke Unit Donor Darah.
PMI Kabupaten Tegal pun mengajak masyarakat untuk mendonorkan darah secara rutin. Ketersediaan stok darah disebut sangat bergantung pada partisipasi warga, sehingga setiap kantong darah yang disumbangkan berarti bagi pasien yang sedang menunggu transfusi.
Sumber: RRI dan publikasi resmi Pemerintah Kabupaten Tegal mengenai program Bupati Tilik Desa.