Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Ratusan Guru Tegal Ikuti Financial Class untuk Bekali Siswa Literasi Keuangan

M teguh•
Seputar Bregas

Foto: SuaraPantura

Suarapantura.com - Ratusan kepala sekolah dan guru dari jenjang TK/PAUD, SD, hingga SMP se-Kabupaten Tegal mengikuti pelatihan Financial Class di Pendopo Amangkurat, Slawi, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan ini dirancang agar para pendidik tidak hanya lebih cakap mengelola keuangan pribadi, tetapi juga mampu menanamkan kebiasaan tersebut kepada peserta didik sejak dini.

Materi yang dibahas mencakup pengelolaan keuangan sehari-hari, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, serta pencegahan kejahatan keuangan digital. Pendidik diharapkan dapat meneruskan materi itu di sekolah, termasuk kepada orang tua, sehingga anak terbiasa membedakan kebutuhan dan keinginan serta menyusun prioritas pengeluaran.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal, Akhmad Uwes Qoroni, yang hadir mewakili Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, menilai literasi keuangan sebagai kecakapan hidup yang penting di era digital. Menurut dia, kemampuan itu bukan sekadar menghitung uang atau menabung, melainkan juga memahami risiko layanan keuangan dan membangun kebiasaan mengelola uang secara bijak.

17 DPC PAN Brebes Terima SK, Konsolidasi Partai Digenjot Jelang Pemilu
Baca Juga · Seputar Bregas
17 DPC PAN Brebes Terima SK, Konsolidasi Partai Digenjot Jelang Pemilu

Dari sisi regulator, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal, Kurnia Tri Puspita, memaparkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Survei yang dirilis bersama Lembaga Penjamin Simpanan dan Badan Pusat Statistik pada Agustus 2026 itu mencatat indeks inklusi keuangan nasional sebesar 93,61 persen, sedangkan indeks literasi keuangan berada di angka 69,57 persen.

Selisih tersebut, menurut Kurnia, menunjukkan banyak masyarakat sudah memakai produk perbankan dan layanan keuangan digital, tetapi belum sepenuhnya memahami risiko maupun skema produk yang digunakan. Kondisi itu dinilai membuat masyarakat lebih rentan terhadap pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan penipuan transaksi.

Proyek Kolam Renang GOR Trisanja Disorot, Kadis Porapar Akui Pengawasan Kurang
Baca Juga · Seputar Bregas
Proyek Kolam Renang GOR Trisanja Disorot, Kadis Porapar Akui Pengawasan Kurang

Untuk menekan kerentanan itu, OJK mendorong program Satu Rekening Satu Pelajar agar anak terbiasa menabung dan mengenal layanan perbankan sejak usia sekolah. Masyarakat yang menjadi korban dugaan penipuan transaksi keuangan digital juga diimbau segera melapor melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC) di laman iasc.ojk.go.id, karena pelaporan cepat dapat membantu penelusuran aliran dana, meski pengembalian dana tidak dapat dijamin.

Dari sisi penegakan hukum, Kapolres Tegal AKBP Febriyani Aer mengingatkan pendidik agar membentengi diri dan lingkungan sekolah dari ancaman kejahatan siber, mulai dari judi online, pinjaman online ilegal, hingga pencurian data pribadi. Ia meminta guru dan masyarakat menjaga kerahasiaan kode OTP dan PIN, tidak mudah tergiur tawaran pinjaman cepat atau hadiah besar yang tidak jelas kebenarannya, serta tidak sembarangan membuka tautan mencurigakan.

Hujan Es Disertai Angin Kencang Terjang Bumijawa, Atap 8 Rumah Warga Rusak
Baca Juga · Seputar Bregas
Hujan Es Disertai Angin Kencang Terjang Bumijawa, Atap 8 Rumah Warga Rusak

Febriyani juga menitipkan pesan agar kepala sekolah dan guru melakukan pengawasan berkelanjutan sehingga siswa tidak terlibat tawuran maupun kenakalan remaja yang melanggar hukum. Melalui pembekalan ini, para pendidik diharapkan menjadi garda terdepan dalam menumbuhkan budaya melek keuangan dan keamanan digital di lingkungan sekolah.

Sumber: Setda Kabupaten Tegal dan MercuSwaraNews.

Tags:
#tegal#slawi#literasi keuangan#guru#ojk#pendidikan
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…