Suarapantura.com - Hujan es disertai angin kencang melanda Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, pada Jumat (30/10/2026). Peristiwa cuaca ekstrem yang berlangsung singkat, sekitar 30 menit, itu dilaporkan merusak atap sejumlah rumah warga.
Berdasarkan laporan Ayo Tegal, hujan es dan angin kencang tersebut merusak atap delapan rumah warga di Bumijawa. Sementara itu, Tribunbanyumas melaporkan bahwa wilayah Bumijawa dilanda hujan es disertai angin kencang dalam waktu sekitar setengah jam pada hari yang sama.
Kerusakan pada atap rumah tentu menjadi persoalan serius bagi warga yang terdampak. Atap yang rusak membuat rumah rentan bocor dan basah apabila hujan susulan kembali turun, sehingga perbaikan perlu segera dilakukan agar aktivitas keluarga di dalam rumah bisa kembali normal.
Peristiwa ini terjadi di tengah masa peralihan musim di wilayah Pantura Jawa Tengah. Setelah berminggu-minggu dilanda cuaca kering dan panas, hujan mulai kembali mengguyur wilayah Brebes dan Tegal pada Jumat siang, bahkan disertai petir di beberapa titik.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Jawa Tengah dalam kategori waspada hujan sedang hingga lebat pada Jumat (30/10/2026). Dalam kondisi seperti ini, hujan yang datang secara tiba-tiba dapat disertai angin kencang dan petir, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
Warga yang rumahnya terdampak diharapkan segera mendapat pendataan dari pemerintah desa dan pihak terkait, agar bantuan perbaikan bisa disalurkan. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai taksiran kerugian material akibat peristiwa tersebut.
Peristiwa di Bumijawa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bisa datang secara mendadak, meski hanya berlangsung singkat. Warga diimbau mengamankan barang-barang di luar rumah, menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang rapuh saat angin kencang bertiup, serta memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.
Gotong royong warga sekitar juga sangat dibutuhkan untuk membantu tetangga yang rumahnya rusak, baik dengan tenaga maupun material seadanya, sembari menunggu bantuan resmi. Kewaspadaan bersama menjadi kunci agar dampak cuaca ekstrem tidak semakin meluas.
Untuk beberapa hari ke depan, warga Kabupaten Tegal dan sekitarnya tetap diminta waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir, terutama pada sore hingga malam hari ketika awan hujan mudah tumbuh. Jika hujan deras mulai turun, warga sebaiknya segera mencari tempat berlindung yang aman dan menunda perjalanan yang tidak mendesak.
Sumber: Tribunbanyumas.com, Ayo Tegal, BMKG.