Suarapantura.com - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Desa Kemantran, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, terus berjalan. Dua hari setelah pembukaan, personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0712/Tegal bersama warga setempat melaksanakan penataan batu pada badan jalan yang akan diaspal.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (15/10/2026). Penataan batu menjadi tahapan persiapan sebelum pengaspalan, agar badan jalan lebih siap dan hasilnya lebih kokoh. Pekerjaan dilakukan secara gotong royong, melibatkan personel TNI dan masyarakat Desa Kemantran.
Total jalan yang dibangun dalam program ini mencapai 742 meter. Jalan tersebut terbagi dalam empat ruas, yakni 153 meter dengan lebar tiga meter, 300 meter dengan lebar tiga meter, 154 meter dengan lebar dua setengah meter, dan 135 meter dengan lebar 1,6 meter. Seluruh ruas direncanakan memiliki ketebalan tujuh sentimeter.
TMMD Sengkuyung Tahap IV di Desa Kemantran resmi dibuka pada Selasa (13/10/2026) dan dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, hingga 11 November 2026. Pembukaan dipimpin Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dan dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat. Program ini mengusung tema yang menekankan pembangunan dari desa melalui langkah bersama.
Pelaksanaan program ini didukung anggaran sebesar Rp562,6 juta, yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp182.602.000 dan APBD Kabupaten Tegal sebesar Rp380.000.000. Bupati Tegal berpesan agar pekerjaan dijaga mutunya, diselesaikan tepat waktu, dan mengutamakan keselamatan kerja.
Di balik pembangunan jalan ini terdapat persoalan akses yang selama ini dirasakan warga. Jalan desa yang belum memadai dinilai menghambat pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan, serta mobilitas harian masyarakat. Melalui perbaikan jalan, warga diharapkan lebih mudah membawa hasil panen, anak-anak lebih nyaman berangkat ke sekolah, dan akses menuju layanan kesehatan menjadi lebih cepat.
Selain sasaran fisik, TMMD juga membawa kegiatan nonfisik. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi sosialisasi program, penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba, pelayanan kesehatan, pencegahan stunting, hingga pemberdayaan masyarakat.
Melalui semangat gotong royong, Kodim 0712/Tegal berharap pembangunan jalan di Desa Kemantran berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi warga. Pembangunan ini diharapkan tidak hanya memperlancar transportasi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi desa dan memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
Sumber: Pendim Tegal dan TargetNews