Suarapantura.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mempercepat penyelesaian pembangunan bronjong di tebing Sungai Pedes, Kabupaten Brebes, guna menekan risiko longsor menjelang musim hujan. Infrastruktur pengaman sepanjang sekitar 150 meter tersebut diharapkan mampu melindungi kawasan sekitar, termasuk permukiman warga serta akses jalan raya dan jalur kereta api yang berada tak jauh dari lokasi.
Pengawas lapangan proyek, Wahyudiyanto, mengatakan progres pekerjaan kini telah mencapai sekitar 97 persen. Pemasangan bronjong dilaporkan telah selesai, sementara sisa pekerjaan meliputi penyelesaian bagian penutup dan penataan alur sungai.
"Kalau kita lihat, hampir setiap hari terjadi longsoran. Dengan adanya bronjong ini, longsoran bisa tertahan, sehingga tidak langsung menggerus tebing sungai," jelasnya.
Menurut Wahyudiyanto, pembangunan bronjong menjadi kebutuhan mendesak karena tebing Sungai Pedes terus mengalami penggerusan akibat arus air serta hantaman material batu yang terbawa saat banjir. Apabila kondisi tersebut dibiarkan, kerusakan tebing berpotensi meluas dan meningkatkan ancaman terhadap kawasan di sekitarnya.
Bronjong dipasang setinggi sekitar 5,5 meter. Pada bagian ujung, ketinggiannya dibuat mencapai sekitar tujuh meter untuk memperkuat perlindungan terhadap potensi peningkatan debit air sungai. Struktur pengaman tersebut juga dilengkapi sembilan krib atau bangunan pengarah arus yang berfungsi mengendalikan aliran air sekaligus mengurangi hantaman material batu agar tidak langsung mengenai bronjong.
Selain memperkuat tebing, proyek ini juga mencakup pelurusan alur Sungai Pedes yang sebelumnya berbelok. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi tekanan arus terhadap sisi kanan dan kiri sungai yang selama ini berpotensi mengalami penggerusan.
Penyelesaian proyek terus didorong agar tidak terkendala kondisi cuaca. Wahyudiyanto menyebut, ketika musim hujan tiba, peningkatan debit air dapat menyulitkan pekerjaan konstruksi di sungai dan berpotensi menghambat penyelesaian proyek.
"Kalau sudah musim hujan, pekerjaan di sungai seperti ini akan lebih sulit. Makanya, kemarin kami terus mendorong kontraktor, supaya pekerjaan bisa segera diselesaikan," ungkapnya.
Percepatan pembangunan bronjong ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng memperkuat infrastruktur menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Penanganan kawasan rawan longsor dinilai penting untuk mengurangi dampak kerusakan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat maupun kelancaran transportasi.
Kekhawatiran terhadap kondisi tebing Sungai Pedes juga dirasakan warga yang tinggal di dekat aliran sungai. Umayah, warga Desa Tanjung, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Brebes, mengaku lega setelah melihat pembangunan bronjong dilakukan di kawasan tersebut.
"Alhamdulillah, senang banget. Rumah saya dekat sungai, jadi takut kalau terjadi longsor," ujarnya.
Bagi warga, keberadaan bronjong diharapkan menjadi perlindungan tambahan terhadap ancaman longsor, terutama ketika curah hujan meningkat dan arus sungai semakin deras. Dengan progres yang sudah mencapai 97 persen, penyelesaian proyek Sungai Pedes menjadi penting agar struktur pengaman tebing dapat segera difungsikan secara optimal.
Sumber: Pemprov Jawa Tengah, Orbit News