Suarapantura.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes menyalurkan beragam bantuan bagi warga, mulai dari kaki dan tangan palsu untuk penyandang disabilitas, beasiswa pendidikan, bantuan perbaikan rumah, hingga air bersih untuk wilayah yang dilanda kekeringan. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Aula Lantai 5 Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Senin (26/10/2026).
Salah satu penerima bantuan adalah Siti Hanifah, warga Bumiayu, yang salah satu kakinya diamputasi akibat diabetes. Ia mengaku bersyukur karena bantuan kaki palsu itu menjawab kebutuhan yang selama ini dirasakannya dan membuka harapan untuk kembali beraktivitas dengan lebih leluasa.
Ketua Baznas Brebes, Mahali, menjelaskan bantuan yang disalurkan mencakup bidang sosial, pendidikan, perumahan, dan pemenuhan kebutuhan dasar. Bantuan kaki dan tangan palsu diberikan kepada 20 mustahik atau penerima manfaat dengan dukungan dari Baznas Republik Indonesia.
Di bidang pendidikan, program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) menyasar 65 mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Brebes. Total beasiswa yang disalurkan mencapai Rp325 juta, yang diharapkan membantu para mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus meringankan beban keluarga.
Untuk sektor perumahan, Baznas menyalurkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 unit dengan total nilai Rp77 juta pada penyaluran bulan Oktober. Mahali menyebut penyaluran berikutnya direncanakan pada bulan depan.
Baznas Brebes juga mengirim bantuan air bersih sebanyak 65 truk tangki atau setara 260.000 liter senilai Rp19,5 juta. Bantuan itu ditujukan bagi masyarakat di sejumlah kecamatan yang terdampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menilai setiap bantuan yang diserahkan membawa harapan bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Menurut dia, kaki palsu diharapkan membantu penyandang disabilitas beraktivitas lebih leluasa, sementara beasiswa SKSS menjadi jalan bagi anak-anak Brebes menempuh pendidikan tinggi dan memperbaiki masa depan keluarga.
Ia menambahkan, bantuan RTLH diharapkan menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman, sedangkan keluarga yang mengikuti graduasi Program Keluarga Harapan (PKH) diharapkan mampu hidup lebih mandiri. Paramitha berpesan agar para penerima memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Tengah, Zain Yusuf, mengapresiasi pertumbuhan penghimpunan zakat di Kabupaten Brebes yang mencapai 75 persen, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 30 persen. Capaian tersebut dinilai menjadi modal untuk memperluas jangkauan program pendistribusian dan pendayagunaan zakat.
Melalui sinergi Baznas, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, bantuan diharapkan tidak hanya meringankan beban warga saat ini, tetapi juga membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Sumber: MercuSwaraNews, Portal Bhayangkara.