Suarapantura.com - Sekitar 400 relawan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Brebes mengikuti pelatihan penjamah makanan di Premiere Hotel Tegal pada 26 Oktober 2026. Pelatihan ini digelar untuk memperkuat keamanan pangan di dapur-dapur penyedia MBG sekaligus mencegah kejadian luar biasa (KLB) seperti keracunan makanan.
Para peserta berasal dari delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Brebes, yakni SPPG Tonjong 2, Jagalempeni, Rengaspendawa, Kaligangsa Kulon, Songgom Lor, Tengguli, Siandong, dan Bulakelor. Mereka dibekali materi yang disampaikan narasumber dari Dinas Kesehatan serta pihak terkait lainnya.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Brebes, Arya Dewa Nugroho, mengatakan sejauh ini sudah lebih dari 3.000 relawan di Brebes yang mengantongi sertifikasi penjamah makanan. Sertifikasi tersebut menjadi langkah percepatan menuju Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap dapur penyedia MBG.
Menurut Arya, tujuan utama program MBG bukan hanya mencegah KLB, tetapi juga meningkatkan status gizi masyarakat. Ia menyebut Brebes tercatat sebagai daerah dengan penerima manfaat MBG tertinggi di Jawa Tengah, dengan total lebih dari 500 ribu sasaran yang meliputi anak sekolah, ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.
Arya juga menyebut saat pelatihan berlangsung, sebanyak 53 SPPG sudah beroperasi di Brebes dan jumlahnya akan terus bertambah hingga mencapai target 172 SPPG. Pada Oktober ini, fokus diarahkan pada percepatan SLHS sebelum dapur-dapur tersebut beroperasi penuh.
Sementara itu, Programmer Tempat Pengelolaan Pangan Dinas Kesehatan Brebes, Dhian Irawati, menjelaskan materi pelatihan meliputi kebijakan pangan olahan siap saji, pemeliharaan alat, pengendalian cemaran biologis, fisik, dan kimia, higiene perorangan, serta pembersihan alat dan sarana dapur. Ia menegaskan pelatihan tersebut bukan sekadar teori, melainkan harus diterapkan di lapangan agar keamanan pangan dan higiene sanitasi benar-benar terjaga di setiap dapur SPPG.
Dinas Kesehatan bersama puskesmas juga akan melakukan pengawasan berkala ke masing-masing SPPG untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga. Menurut Arya, sejauh ini belum pernah terjadi KLB keracunan makanan di Brebes, dan kondisi itu diharapkan terus terjaga berkat sinergi antara BGN, Dinas Kesehatan, dan Satgas MBG.