Suarapantura.com - Politeknik Baja Tegal menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Ahli Madya Teknik ke-6 Tahun 2026 di Convention Hall Hotel Grand Dian Slawi, Kabupaten Tegal. Sebanyak 83 wisudawan dan wisudawati dari Program Diploma III dikukuhkan dalam prosesi tersebut.
Para lulusan berasal dari empat program studi, yakni Teknik Informatika sebanyak 59 orang, Teknik Elektronika sembilan orang, Teknik Otomotif sembilan orang, dan Teknik Mesin enam orang. Prosesi wisuda dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Tegal, di antaranya Sekretaris Daerah Amir Makhmud dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Akhmad Uwes Qoroni, serta Kapolres Tegal AKBP Febriyani Aer, perwakilan DPRD dan Kodim 0712/Tegal, jajaran Yayasan Pendidikan Bhakti Praja Tegal, pimpinan kampus, dosen, dan orang tua wisudawan.
Dalam sambutan yang dibacakan, Uwes menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, melainkan awal bagi lulusan untuk menerapkan ilmu dan keterampilan di dunia kerja maupun di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi para wisudawan, orang tua, dan jajaran Politeknik Baja Tegal yang telah mendukung proses pendidikan hingga tuntas.
Menurut Uwes, Kabupaten Tegal yang dikenal dengan julukan Jepangnya Indonesia memiliki potensi industri pengolahan yang perlu terus diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Industri, kata dia, membutuhkan tenaga kerja terampil yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan di lapangan.
Karena itu, para lulusan diharapkan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga berani berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja. Lulusan Teknik Informatika, Teknik Mesin, Teknik Otomotif, dan Teknik Elektronika dinilai berpeluang berkontribusi pada industri, usaha mikro, kecil, dan menengah, serta dunia usaha di Kabupaten Tegal. Pemerintah daerah pun berkomitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui kerja sama perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah.
Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Febriyani Aer berpesan agar wisudawan menjadikan integritas, kedisiplinan, dan profesionalisme sebagai bekal utama. Menurut dia, keberhasilan tidak hanya ditentukan kemampuan akademik, tetapi juga kejujuran, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar.
"Jadilah pribadi yang berintegritas, junjung tinggi kedisiplinan, dan berikan manfaat bagi masyarakat melalui ilmu serta keterampilan yang telah diperoleh," ujar Febriyani.
Ia juga mengajak lulusan ikut menjaga keamanan dan ketertiban dengan menjunjung toleransi, menghormati perbedaan, dan menggunakan media sosial secara bijak.
Direktur I Politeknik Baja Tegal, Slamet Riyadi, menegaskan pendidikan vokasi berperan menyiapkan lulusan yang siap bekerja, berwirausaha, melanjutkan pendidikan, dan bersaing. Ijazah, kata dia, adalah bekal awal untuk menghadapi tantangan dan mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan.
"Ilmu tidak boleh berhenti di ruang kelas. Ilmu harus diwujudkan menjadi karya, karya menjadi inovasi, dan inovasi menjadi solusi," ujar Slamet.
Ia menjelaskan, kampus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi dosen, serta sarana dan prasarana, sekaligus memperluas kerja sama dengan dunia industri agar kompetensi lulusan sesuai kebutuhan lapangan kerja. Slamet berpesan agar wisudawan terus belajar, menjaga integritas, berani memulai karier dari bawah, dan tidak takut menghadapi kegagalan.
Wisuda ini diharapkan memperkuat sinergi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia industri untuk mendukung kemajuan perekonomian Kabupaten Tegal.
Sumber: MercuSwaraNews dan TargetNews.ID.