Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

14 Barongan Tampil Kolosal Meriahkan Festival di Kepandean Tegal

M teguh•
Seputar Bregas

Foto: SuaraPantura

Suarapantura.com - Panggung kesenian tradisional di Desa Kepandean, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, menjadi semarak pada Minggu malam, 4 Oktober 2026. Sebanyak 14 barongan tampil bersama dalam sebuah pertunjukan kolosal yang menjadi puncak Barongan Spirit Festival Desa Kepandean Tahun 2026.

Festival tersebut digagas dalam kerangka Program Desa Bangga Budaya. Tujuannya memberi ruang bagi kesenian daerah agar tetap dikenal, dipelajari, dan diteruskan, khususnya oleh anak muda di tengah gempuran hiburan modern.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menutup rangkaian kegiatan itu. Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang bahu-membahu menyukseskan festival, dari pemerintah desa, pelaku seni, hingga masyarakat setempat.

Desa Watujaya Tonjong Tetapkan RKPDes 2027 dan Usulan Pembangunan 2028
Baca Juga · Seputar Bregas
Desa Watujaya Tonjong Tetapkan RKPDes 2027 dan Usulan Pembangunan 2028

Menurut Ischak, kesenian seperti barongan bukan sekadar tontonan. Ia memuat nilai sejarah, identitas, kreativitas, kebersamaan, dan kearifan lokal yang perlu terus dihidupkan lewat pementasan, pembelajaran, dan pengembangan, bukan hanya disimpan sebagai warisan masa lalu.

"Barongan Spirit Festival bukan hanya sebuah pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga agar kebudayaan daerah tetap hidup, tumbuh, dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Ischak.

Jembatan Perintis Garuda Purwodadi Rampung, Warga Tak Lagi Seberangi Sungai Pedes
Baca Juga · Seputar Bregas
Jembatan Perintis Garuda Purwodadi Rampung, Warga Tak Lagi Seberangi Sungai Pedes

Ischak juga menilai festival budaya dapat menggerakkan roda ekonomi warga. Ketika potensi desa dikemas dengan baik, pelaku seni, usaha mikro, kuliner, kerajinan, pariwisata, dan ekonomi kreatif ikut tumbuh sehingga desa tidak hanya menjadi lokasi acara, melainkan pusat kreativitas dan usaha masyarakat.

Kepada generasi muda, ia berpesan agar tidak malu mencintai budaya sendiri. Ia mengajak anak muda mengenali kesenian daerah, mempelajari sejarahnya, mengembangkan kreativitas, dan memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkannya kepada khalayak yang lebih luas.

Stunting Kabupaten Tegal 15,9 Persen, Wabup Minta Syarat Kesehatan Calon Pengantin Diperketat
Baca Juga · Seputar Bregas
Stunting Kabupaten Tegal 15,9 Persen, Wabup Minta Syarat Kesehatan Calon Pengantin Diperketat

Ketua panitia, Nurokhim, menjelaskan rangkaian festival tahun ini disusun padat dan beragam. Selain pertunjukan seni dan hiburan, kegiatan itu memadukan unsur edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia berharap festival menjadi momentum mempererat kebersamaan, menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal, sekaligus menggerakkan usaha kreatif dan UMKM di Desa Kepandean.

Pertunjukan kolosal itu sendiri merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak, antara lain Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Dewan Kesenian Kabupaten Tegal, Gumarang Sakti Nusantara (GSN), Sanggar Seni Barongan Dharmo Anom, dan Avica Etnik Musik. Festival ini juga dimeriahkan karawitan Sekar Pande Laras.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak pemerintah, masyarakat, seniman, budayawan, dunia pendidikan, dan generasi muda memperkuat kolaborasi. Dengan kerja bersama itu, ia meyakini kebudayaan Kabupaten Tegal akan semakin dikenal dan membanggakan.

Sumber: MercuSwaraNews dan CakrawalaNews.

Tags:
#tegal#kepandean#barongan#budaya#festival
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…