Suarapantura.com - Panggung kesenian tradisional di Desa Kepandean, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, menjadi semarak pada Minggu malam, 4 Oktober 2026. Sebanyak 14 barongan tampil bersama dalam sebuah pertunjukan kolosal yang menjadi puncak Barongan Spirit Festival Desa Kepandean Tahun 2026.
Festival tersebut digagas dalam kerangka Program Desa Bangga Budaya. Tujuannya memberi ruang bagi kesenian daerah agar tetap dikenal, dipelajari, dan diteruskan, khususnya oleh anak muda di tengah gempuran hiburan modern.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menutup rangkaian kegiatan itu. Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang bahu-membahu menyukseskan festival, dari pemerintah desa, pelaku seni, hingga masyarakat setempat.
Menurut Ischak, kesenian seperti barongan bukan sekadar tontonan. Ia memuat nilai sejarah, identitas, kreativitas, kebersamaan, dan kearifan lokal yang perlu terus dihidupkan lewat pementasan, pembelajaran, dan pengembangan, bukan hanya disimpan sebagai warisan masa lalu.
"Barongan Spirit Festival bukan hanya sebuah pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga agar kebudayaan daerah tetap hidup, tumbuh, dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Ischak.
Ischak juga menilai festival budaya dapat menggerakkan roda ekonomi warga. Ketika potensi desa dikemas dengan baik, pelaku seni, usaha mikro, kuliner, kerajinan, pariwisata, dan ekonomi kreatif ikut tumbuh sehingga desa tidak hanya menjadi lokasi acara, melainkan pusat kreativitas dan usaha masyarakat.
Kepada generasi muda, ia berpesan agar tidak malu mencintai budaya sendiri. Ia mengajak anak muda mengenali kesenian daerah, mempelajari sejarahnya, mengembangkan kreativitas, dan memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkannya kepada khalayak yang lebih luas.
Ketua panitia, Nurokhim, menjelaskan rangkaian festival tahun ini disusun padat dan beragam. Selain pertunjukan seni dan hiburan, kegiatan itu memadukan unsur edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia berharap festival menjadi momentum mempererat kebersamaan, menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal, sekaligus menggerakkan usaha kreatif dan UMKM di Desa Kepandean.
Pertunjukan kolosal itu sendiri merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak, antara lain Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Dewan Kesenian Kabupaten Tegal, Gumarang Sakti Nusantara (GSN), Sanggar Seni Barongan Dharmo Anom, dan Avica Etnik Musik. Festival ini juga dimeriahkan karawitan Sekar Pande Laras.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak pemerintah, masyarakat, seniman, budayawan, dunia pendidikan, dan generasi muda memperkuat kolaborasi. Dengan kerja bersama itu, ia meyakini kebudayaan Kabupaten Tegal akan semakin dikenal dan membanggakan.
Sumber: MercuSwaraNews dan CakrawalaNews.