Suarapantura.com - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Brebes menyambangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes pada Minggu, 1 November 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas agar tetap aman dan kondusif.
Kedatangan personel Polres Brebes disambut Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Brebes, Mohammad Ziun Khabibulloh, bersama jajaran regu pengamanan. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas perkembangan situasi keamanan, kondisi lingkungan lapas, serta langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).
Pertukaran informasi antara kepolisian dan petugas lapas dinilai penting untuk mendukung deteksi dini. Dengan komunikasi yang berjalan rutin, potensi kerawanan diharapkan dapat dikenali lebih awal sehingga langkah pencegahan bisa diambil dengan cepat dan tepat sesuai kewenangan masing-masing.
Ziun menyebut sinergi dengan Polres Brebes sangat penting dalam mendukung tugas pengamanan, terutama pada hari libur. Menurut dia, kegiatan sambang membuat komunikasi dan pertukaran informasi terus terjalin sehingga potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.
Senada dengan itu, personel Polres Brebes, Purwanto, menyampaikan bahwa sambang tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan kepolisian terhadap pengamanan di Lapas Brebes. Sesuai arahan pimpinan, jajaran kepolisian ingin terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pihak lapas, dengan harapan situasi di lingkungan lapas senantiasa aman, tertib, dan kondusif.
Di sisi lain, Lapas Brebes terus meningkatkan kewaspadaan melalui optimalisasi tugas pengamanan dan pengawasan lingkungan hunian. Koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait juga diperkuat sebagai fondasi menjaga stabilitas kamtib demi kelancaran seluruh tugas pemasyarakatan.
Kegiatan sambang ini menunjukkan bahwa hubungan kelembagaan antara Polres Brebes dan Lapas Brebes tidak berhenti pada satu kunjungan, melainkan dijalin secara berkelanjutan. Lewat koordinasi yang konsisten, kedua institusi berharap setiap potensi kerawanan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan nyata.
Koordinasi semacam ini juga menjadi pengingat bahwa pengamanan lapas tidak hanya bertumpu pada petugas di dalam, tetapi juga pada dukungan aparat penegak hukum di luar. Ketika informasi mengalir dan pengawasan berjalan beriringan, celah bagi gangguan keamanan menjadi lebih sempit dan penanganan dapat dilakukan sebelum situasi memburuk.
Sumber: BeritaKota.id dan Sinar Pagi News.