Suarapantura.com - Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda Desa Tegalgandu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa cuaca ekstrem tersebut berdampak pada 33 kepala keluarga (KK) di desa tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, sebanyak 33 unit rumah warga mengalami kerusakan ringan. Satu fasilitas pendidikan di wilayah itu juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat terjangan angin kencang tersebut.
Menindaklanjuti kejadian itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes berkoordinasi dengan Kecamatan Wanasari dan pemerintah desa setempat. Tim di lapangan melakukan kaji cepat, pendataan dampak, serta pemantauan situasi di wilayah terdampak agar penanganan berjalan tepat sasaran.
Hingga Selasa (3/11/2026), penanganan dan pembersihan sisa material masih terus berlangsung. Aparat bersama warga membersihkan material yang berserakan akibat angin kencang sembari memastikan kondisi permukiman kembali aman untuk dihuni.
Laporan yang dirilis tidak menyebutkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerusakan yang tercatat sejauh ini bersifat ringan dan terbatas pada bangunan rumah serta satu fasilitas pendidikan, meski pendataan di lapangan masih terus dilakukan.
BNPB mengingatkan warga agar memastikan atap dan bagian bangunan lainnya dalam kondisi aman. Dahan pohon yang berpotensi tumbang diminta dipangkas, dan warga diimbau tidak berteduh di bawah pohon maupun bangunan yang rawan roboh saat angin kencang melanda.
Imbauan tersebut penting mengingat angin kencang dapat datang secara tiba-tiba bersamaan dengan hujan lebat. Warga diminta mengamankan barang-barang di luar rumah yang mudah terbawa angin serta menjauhi area terbuka ketika cuaca memburuk.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang memang patut diwaspadai pada masa peralihan musim. Warga di wilayah rawan diminta terus memantau informasi cuaca dan segera melapor kepada aparat desa maupun BPBD setempat apabila terjadi kejadian serupa. Kesiapsiagaan sejak dini diharapkan dapat menekan risiko kerugian maupun korban saat cuaca ekstrem kembali terjadi.
BNPB bersama pemerintah daerah dan BPBD setempat terus memantau situasi serta penanganan di wilayah terdampak. Sumber: MetroTVNews dan BNPB.