Upaya Pembinaan Kerohanian, Lapas Slawi Kerja Sama dengan Yayasan Bahtera Berkat Bangsa
Ade Windiarto•
Seputar Bregas
SuaraPantura.com - Sebagai upaya dalam pembinaan kepribadian kerohanian di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Slawi (Lapas Slawi), Yayasan Bahtera Berkat Bangsa mengadakan perjanjian kerja sama.
Pelaksanaan perjanjian kerja sama tersebut bertempat di Aula Baharuddin Lopa, Lapas Slawi, pada Kamis 25 Januari 2024.
Kepala Lapas Slawi diwakili Kapala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Anistyo Gunar Afrilla melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Ketua Yayasan Bahtera Berkat Bangsa, Mulianto, disaksikan tamu undangan.
Acara juga dihadiri oleh Ketua Tim Kesehatan Klinik Air Hidup Bekasi dr. Ferdi, Ketua Yayasan Sinar Kemulian Indonesia Tegal Rosy Eka Cristiani, Wakil Ketua STT Kerusso Indonesia Samuel Elkana.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Bahtera Berkat Bangsa Mulianto mengatakan bahwa tujuan kerja sama dengan Lapas Slawi yaitu dalam rangka melaksanakan fungsi memperbaiki mental kerohanian bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen.
"Ini dilakukan terutama bagi WBP yang menerima program ini (bergama Kristen). Kami berharap kegiatan ini berdampak positif, sehingga pada saat WBP selesai menjalani hukuman bisa menjadi lebih baik lagi," ujar Mulianto.
Ia menyebut, tim dari Yayasan Bahtera Berkat Bangsa juga akan melayani dalam hal pendidikan agar WBP merasakan hak bergamanya selama menjalani hukuman di Lapas Slawi.
"Saya berharap ini bukan sesuatu yang awal, namun akan terus dilakukan agar bermanfaat bagi banyak orang," jelasnya.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Anistyo Gunar Afrilla, menyampaikan pembinaan ini menyangkut kepribadian dan pendekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Sesuai dengan tujuan Lapas Slawi juga yang tetap melakukan pembinaan-pembinaan dan memberikan bekal agar ke depan WBP menjadi lebih baik setelah keluar dari lapas dan tidak mengulangi perbuatannya lagi," kata Anistyo.
Pentingnya program pembinaan diri, menurut Anistyo, merupakan upaya menanamkan keimanan dan ketakwaan diri. Diluar itu juga ada pembinaan yang mengasah skill.
"Sehingga kalau sudah keluar mereka bisa membaur dengan masyarakat dan bisa berpartisipasi aktif," terangnya.
Disamping acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lapas Slawi dan Yayasan Bahtera Berkat Bangsa, diselingi dengan bakti sosial dan pengobatan gratis serta sekolah al kitab.
Pengobatan gratis diikuti oleh seluruh WBP yang ada di Lapas Slawi, guna melakukan pencegahan terhadap berbagai penyakit.***