SuaraPantura.com - Menyikapi isu nasional terkait potensi ancaman Megathrust, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Slawi (Lapas Slawi) menjalin koordinasi dengan Polres Tegal.
Koordinasi ini dilakukan guna merumuskan langkah-langkah strategis pengamanan dan penanggulangan dampak bencana alam yang mungkin terjadi akibat ancaman Megathrust.
Kunjungan pihak Lapas Slawi diterima oleh Kanit 1 Satresnarkoba, Ipda S.M.Sinaga, SH dan Bripka Yoyok Setiawan, SH, di Mapolres Tegal, pada Rabu 25 September 2024.
Dalam pertemuan tersebut, hadir Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Marchiles, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Ayu Irfana Pramesti, serta Kepala Seksi Pembinaan Narapidana Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Brian Aristo Sidik.
Disampaikan oleh Brian Aristo Sidik, bahwa kerja sama lintas instansi dalam menghadapi isu nasional seperti Megathrust sangat penting, oleh karena itu perlu sinergitas yang baik.
"Kerja sama dengan berbagai stakeholder, termasuk Polres, sangat penting untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi segala kemungkinan. Kita harus mempersiapkan langkah antisipasi yang matang, mengingat risiko yang ada," kata Brian.
Dalam pertemuan ini, kedua pihak sepakat untuk mengadakan simulasi penanggulangan bencana, mengembangkan sistem komunikasi darurat, serta memastikan kesiapan fisik dan mental penghuni Lapas dan personel.
Kolaborasi antara Lapas dan Polres Tegal diharapkan dapat meminimalkan risiko serta menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas Slawi, khususnya jika terjadi bencana alam akibat Megathrust.
"Kami dari Polres Tegal siap mendukung penuh segala bentuk kesiapsiagaan dan langkah antisipasi yang dilakukan oleh Lapas Slawi. Kerja sama ini adalah bagian penting dari tanggung jawab kita bersama dalam menjaga keamanan dan keselamatan," ujar Ipda Sinaga.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya terpadu di Kabupaten Tegal untuk menghadapi kemungkinan bencana yang diakibatkan oleh Megathrust, yang disebut-sebut sebagai salah satu potensi ancaman besar di Indonesia.***