SuaraPantura.com - Pemortalan jalan akses masuk Alun-alun Kota Tegal masih terus menuai kritik. Kali ini seniman muda asal kota Tegal, Noer Shidik atau yang akrab disapa Senksonk turut bersuara terkait Portal Alun-alun Kota Tegal.
Minggu(12/12) saat memberikan gagasannya menyampaikan bahwa pemerintah terkesan sepihak dalam mengambil keputusan.
"Pemerintah terkesan mengambil keputusan sepihak tanpa memperhatikan kepentingan warga disitu khususnya yang berjualan dan berdagang, baik yang mempunyai toko maupun pedagang kaki lima yang lainnya," tulis Senksonk.
Beberapa waktu yang lalu, warga menggelar doa bersama sebagai bentuk keprihatinan dan meneruskan kegiatan protes tersebut dengan membuat bendera kuning ditiap-tiap depan rumah dan toko sebagai simbol matinya perekonomian rakyat dan matinya nurani dan empati pemerintah kota terhadap nasib rakyatnya.
" Protes warga jg didukung oleh kajian-kajian yang dilakukan beberapa ahli, mustinya Pemerintah membuka mata." Tambahnya.
Saat berdiskusi dengan seniman lain juga menurut Senksonk, bahwa alun-alun adalah simbol budaya. Kalo dimain mainkan bisa berakibat fatal.
" Alun-alun adalah simbol budaya Rakyat, kalo main-main, Tunggu bae apa kena tulah'e (kena batunya)" Seru senksonk.