SuaraPantura.com - Hadirnya warung remang-remang di dekat pusat Pemerintahan Kabupaten Tegal di Slawi kini dikeluhkan warga.
Warung remang-remang tersebut tampak menyediakan tempat-tempat karaoke dan disinyalir menjajakan minuman keras.
Hal ini disampaikan oleh seorang Warganet lewat media sosial grup facebook Info Seputar Tegal.
Ia menyampaikan bahwa terdapat warung remang-remang di daerah Jalingkos Slawi yang setiap malam menggelar Karaoke dan disinyalir terdapat Minuman Keras.
" Warung remang2 nang jalingkos slawi, tepate prapatan lampu merah pasar hewan curug gal dina rame terus, yen liwat mono yaa suara full musik lanang wadon pada njoget karokean trus mambune ciu (warung remang-remang di Jalingkos Slawi, tepatnya perempatan lampu merah pasar hewan Curug setiap hari ramai terus, jika lewat situ suara musik keras laki-laki perempuan sedang pada joged dan karaoke terus bau ciu)minuman keras" tulis akun atasnama Ahmad Mu*****.
Ia juga mempertanyakan dinas terkait yang tidak berani menutup.
"Dinas terkait ora wani nutup yaa,, (Dinas terkait tidak berani nutup ya) " tambahnya.
Sebelumnya,Eks Lokalisasi Peleman kembali Viral usai tewasnya seorang wanita muda yang diketahui tengah melayani tamu prianya.
Wanita muda itu tewas di tangan seorang Pria asal Brebes. Wanita itu dicekik lantaran dianggap tak memberikan service dengan baik.
"Autopsi sudah kita lakukan dengan hasil korban meninggal, akibat dicekik."ungkap Wakapolres Tegalkab, Kompol Didi Dewantara.
Kejadian tewasnya seirang wanita muda itu seolah membuka tabir fakta, bahwa lokasi eks lokalisasi Peleman ternyata tidak sepenuhnya tutup. Bahkan masih terjadi praktik-praktik transaksi persetubuhan haram di lokasi itu.
Hal ini ditegaskan sendiri oleh Kepala Desa setempat. Kades Sidaharja, Sumaryo mengakui kendati sudah ditutup oleh Pemkab Tegal pada 2017, namun praktik prostitusi masih tetap jalan.
''Orang bilang nyolong-nyolong lah. Bagaimana pun diakui atau praktik prostitusi masih ada, karena memang kenyataannya demikian,''katanya dalam diskusi ngopi kemisan Kamis, 27 Januari 2022.
Ternyata selain Peleman, ada tempat lain yang disinyalir juga melakukan praktik-praktik yang sama di tempat lain.
Hal ini dikeluhkan oleh Warganet Kabupaten Tegal melalui media sosial facebook grup warga Info Seputar Tegal.
Akun facebook atasnama Ahmad Mu**** menuliskan keresahannya.
Menurutnya, tepat di dekat pusat kota Slawi marak warung remang-remang yang disinyalir melakukan praktek-praktek negatif dan minuman keras.
Ia bahkan mempertanyakan dinas terkait yang dianggapnya tidaj berani menutup tempat tersebut.
" Warung remang2 nang jalingkos slawi, tepate prapatan lampu merah pasar hewan curug gal dina rame terus, yen liwat mono yaa suara full musik lanang wadon pada njoget karokean trus mambune ciu, dinas terkait ora wani nutup yaa,," tulisnya.
Postingan ini pun mendapatkan komentar beragam dari warganet.
" Bener di Brantas tempat2 Kya kue.
Sing maksiat kae,sing mendem kae,sing wik2 kae,sing olih dosa ya kae.
Krn mkasiat gwe murkane alam semesta,Yen di wein bencana sing plonga plongo ya Melu kena imbase,kan melasi (Benar diberantas tempat-tempat itu. Yang maksiat mereka, yang mabuk mereka, yang zinah mereka, yang dapat dosa ya mereka. Karena maksiat membuat murka alam semesta. Kalau diberi bencana yang kena imbasnya semua) " komentar akun atasnama Gilb*** dalam dialek Tegal.
Salah satu akun bahkan membandingkan pemerintah sekarang dengan masa kepemimpinan Ki Rnthus Susmono.
" Pemerintahan saiki ayem ya ,,, ora kaya waktu pa almarhum enthus . (Pemerintah sekarang tenang-tenang saja ya, tidak seperti saat pemerintahan Almarhum Rnthus)" tulis akun atasnama Nyong we*.
Hingga Jum'at 38 Januari 2022 postingan ini sudah dikomentari sebanyak 274 Komentar dan disukai 342 orang.
***