SuaraPantura.com - Warga Desa Penujah kini kembali selalu waspada ketika datangnya hujan deras, pasalnya setelah sebelumnya diterjang banjir hingga kedalaman hampir satu meter.
Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Tegal pada Jum'at, 18 Februari 2022 kini berpotensi mengakibatkan banjir di beberapa wilayah.
Kali ini Banjir yang menggenang di Desa Penujah Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal diakibatkan luapan sungai Menyawak yang bermuara ke Waduk Cacaban tidak mampu menampung aliran air akibat hujan deras yang terus mengguyur.
Sehingga air meluap ke pemukiman warga. Sungai menyawak sendiri merupakan gabungan dari dua aliran sungai diatasnya, yakni sungai Jolang dan sungai menyawak itu sendiri.
Pengamatan terakhir tim suarapantura di lokasi, memperlihatkan kondisi air yang mulai masuk dan menggenangi pemukiman warga, khususnya pemukiman yang berada di bantaran sungai di wilayah RT.01 dan RT.03.
Tedjo (42) salah satu warga menuturkan, kalau banjir yang terjadi di desa mereka bukan kali ini saja, melainkan sudah menjadi langganan banjir.
"Tahun ini langganan Banjir" Ungkap Tedjo.
Menurut Tedjo banjir ini datang terutama ketika curah hujan tinggi, maka air sungai akan meluap dan masuk ke pemukiman warga.
Padahal, beberapa tahun sebelumnya tidak pernah terjadi banjir. Pendangkalan sungai disebut sebagai pemicu adanya banjir.
Tiga hari sebelumnya warga sudah bergotong-royong membuat tanggul darurat dari tanah yang dimasukan kedalam karung untuk membuat tanggul banjir. Namun, sepertinya hal itu belum bisa maksimal.
Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk membantu warga yang sudah resah setiap musim hujan datang selalu menjadi langganan banjir.
Hingga berita ini ditulis, kondisi air masih terus meninggi akibat hujan yang masih tinggi intensitasnya, khususnya di wilayah selatan yang menjadi hulu aliran sungai.***