SuaraPantura.com - Hingar bingar perekonomian di jalur Pantura mulai dari Losari Brebes sampai Pemalang mulai meredup.
Bahkan geliat perdagangan di sepanjang jalur tersebut pun, perlahan mulai hampir punah.
Tak ada tanda geliat-geliat kemajuan sama sekali, warung-warung makan ditempat peristirahatan kendaraan besar pun mulai gulung tikar.
Bahkan sejumlah SPBU besar pun sekarang terlihat lengang.
" Kalau dulu banyak kendaraan besar bersandar sekadar untuk ngisi solar, sekarang hanya segelintir saja, pun dengan tempat-tempat tambal ban. Mereka hanya bisa kembang kempis menanti ajal," terang salah satu pedagang di sana.
Lebih tragis lagi, dikala mudik dan arus balik lebaran. Biasanya pedagang-pedagang asongan bisa meraup cuan berlimpah, sekarang hanya tinggal kenangan, karena Tak ada antrian maupun kemacetan kendaraan, untuk ditawari daganganya, entah itu minuman kemasan maupun jajanan khas daerah Pantura.
Bahkan sekarang sentra-sentra pusat oleh-oleh khas daerah pun sunyi sepi, tak seramai dahulu kala, saat jalan tol trans Jawa belum jadi. Kondisi tersebut, jelas bisa di ibaratkan hidup segan mati pun enggan.
Ya, bagi yang punya cuan banyak sih gampang. Karena bisa beralih tempat. Dengan cara menyewa kios-kios direst area di jalan tol. Dan itu pun, sewanya sangat mahal.
Akan tetapi bagi para pedagang asongan, tambal ban, tukang parkir, tukang pijat maupun Pekerja Seks Komersial, jelas tidak lah mungkin kuat untuk menyewanya. Buat makan saja utang sana sini, apalagi buat sewa kios.
" Sekarang saya hanya bisa mengenang saja mas. Sambil beralih profesi sebisanya. Dan kalau pun dipaksakan menjadi pedagang asongan, bukanya untung malah rugi. Soalnya dagangan tidak laku". Jelas Si Pur (50) pedagang asongan asal Tegal.
Lebih lanjut Si Pur menjelaskan, jalur Pantura sekarang lengang banget. Yang lewat pun hanya beberapa kendaraan pengangkut barang logistik dan bus-bus yang akan masuk ke terminal. Sedangkan sebagian besar lewat jalan tol termasuk kendaraan pribadi.
" Sebagian temen-temen saya beralih profesi menjadi kuli bangunan. Ada yang serabutan termasuk saya." Jelasnya .
***