SuaraPantura.com - Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi menyisakan duka bagi nelayan harian yang menggunakan perahu kecil di Tegal.
Mereka mengeluhkan kenaikan BBM ini berdampak pada perbekalan melaut yang kian membengkak.
Selain itu, harga ikan di pasaran pun ternyata malah tak ikut naik.
Salah seorang nelayan di Kelurahan Muarareja, Tegal Barat, Tohari (52) mengatakan, merasa kebingungan untuk melaut dengan naiknya Solar yang diumumkan pemerintah pada Sabtu, 3 September 2022 lalu.
Sebelum ada kenaikan harga Solar itu, Tobari biasanya mengeluarkan uang Rp120 ribu untuk membeli 20 liter dengan harga Rp6.000 per liter.
Maka usai harga BBM naik, dipastikan biaya perbekalannya ikut naik drastis.
"Dapat ikan paling sekilo dua kilo karena melaut pakai kapal kecil. Sekarang harga solar naik ya nggak dapat apa-apa. Malah tombok karena harga ikan tidak ikut naik," ujar Tobari.
Tobari pun mesti memutar otak agar bisa menghidupi keluarganya dengan kondisi sulit tersebut. Dia masih memiliki tanggungan tiga anak yang masih duduk di bangku sekolah.
Kini, meskipun mustahil, para Nelayan lainnya tetap berharap pemerintah segera membatalkan kenaikan BBM solar subsidi demi kelangsungan hidup mereka.
***