Penulis: Aulia Royati
Mahasiswa UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan
SuaraPantura.com - Mahasiswa KKN kelompok 87 UIN KH ABDURRAHMAN WAHID telah melakukan edukasi stunting di desa kesamiran kecamatan Tarub, kabupaten Tegal.
Kegiatan itu berlangsung pada hari Minggu, 23 Oktober 2022 dirumah ibu putri (salah satu warga desa kesamiran) dengan sasaran ibu- ibu desa.
Edukasi tersebut disampaikan oleh ibu Warsih, STr.Keb yang merupakan bidan puskesmas kesamiran.
Edukasi stunting yang dilakukan meliputi pengertian stunting, penyebab stunting, dampak, dan bagaimana cara pencegahannya. Kabupaten Tegal sendiri mempunyai angka prevalensi stunting berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 mencapai 28%.
Narasumber memaparkan bahwa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.
Di Desa Kesamiran sendiri kasus stunting pada anak tergolong rendah, yaitu hanya 3 anak balita.
Ibu Warsih juga mengatakan bahwa Penyebab utama stunting adalah malnutrisi dalam jangka panjang (kronis), Artinya bayi Kekurangan asupan gizi sejak masih dalam kandungan karena ibu tidak mencukupi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
Ibu Warsih melanjutkan, Anak-anak yang terkena stunting berisiko lebih tinggi mengidap penyakit degeneratif, seperti kanker, diabetes, dan obesitas. Hal ini disebabkan karena kebutuhan zat gizi mikro dan makro dalam tubuh tidak terpenuhi secara maksimal sehingga pembentukan fungsi sel tubuh dan lainnya tidak sempurna.
Ibu Warsih menginformasikan pada ibu ibu bahwa stunting bisa dicegah dengan cara Pemberian pola asuh yang tepat pada anak, Memberikan MPASI yang optimal, Mengobati penyakit yang dialami anak, serta, Perbaikan kebersihan lingkungan dan penerapan hidup bersih keluarga.
Edukasi stunting ditindak lanjuti oleh ibu ibu PKK dengan membuat PMT atau pendamping makanan tambahan yang dananya berasal dari desa. PMT tersebut diantaranya susu, puding jagung, nugget sayur dan lain-lain.***