SuaraPantura.com - Semangat seorang nenek bernama Fatimah (70) dalam menjemput rezeki tak pernah pudar. Di usia senjanya, Ia bahkan masih tetap mengayuh sepeda dari rumahnya di Slawi menuju Objek Wisata Pantai Alam Indah (OW PAI) Kota Tegal untuk berjualan.
Satu bakul rujak sayur rebus beserta sambal racikannya turut ia bawa. Ditambah lagi dengan satu plastik besar kerupuk mie bertabur bawang goreng sebagai teman makan para pelanggan setianya.
Ibu Fatimah berjualan rujak sayur setiap hari di OW PAI Kota Tegal. Di usia senjanya ia memilih tak mau hanya berpangku tangan saja.
Sore itu saat tim redaksi sedang melakukan koordinasi bersama beberapa rekan pada Sabtu, 12 November 2022 sore hari, nenek Fatimah mendatangi kami menawarkan dagangannya.
Suasana sore itu sudah disertai rintik hujan, namun semangat nenek Fatimah menjemput rezeki patut diacungi jempol.
Saat ditanya tim redaksi, Ia pun lantas menceritakan bahwa dirinya berasal dari Slawi, Kabupaten Tegal.
"Saking Kagok, Slawi mas (dari Kagok, Slawi Mas)," ungkapnya sambil menyuguhkan hidangan rujak sayurnya.
Kami pun sempat tercengang ketika mengetahui bahwa usia beliau sudah 70 tahun.
"Usia pitung ndoso (tujuh puluh) tahun kulo," terangnya.
Kami pun dibuat ternganga kembali saat beliau menceritakan beberapa kali mengayuh sepeda bersama barang dagangannya dari rumahnya di Slawi hingga Kota Tegal.
" Nggih nate ngayuh sepeda kulo, namung mboten nggal dinten, mriki slawi kalih jam (iya pernah mengayuh sepeda Saya, tapi tidak setiap hari, dari sini (OW PAI Kota Tegal) ke Slawi 2 jam)," terangnya.
Dari nenek fatimah kita belajar tentang etos kerja dan kemandirian yang luar biasa. Semnagatnya di usia senja tak pernah pudar. Bahkan Ia pun tak mau menggantungkan dirinya kepada orang lain.
Sosok nenek fatimah adalah sosok kemerdekaan diri, mendeka, berdiri di kaki sendiri.
Bagi kalian yang kebetulan sedang nongkrong maupun berlibur di OW PAI Kota Tegal, sempatkanlah waktu buat membeli rujak bu Fatimah ini.
Baik rasa maupun kualitas ngga perlu diragukan lagi. Beliau tak mengandalkan belas kasihan, namun menjaga kualitas produk dagangan dengan baik.
Rasa rujak yang dijajakan nenek Fatimah pun tak mengecewakan. Apalagi bagi penikman pedas, ada sambal khusus yang bikin nampol di lidah.
***