SuaraPantura.com - Lahan sawah adalah ruang dimana masyarakat bisa menanam bahan pangan.
Keberadaan lahan pertanian di Kota Tegal
semakin menyempit.
Dilansir dari data BPS, dalam 3 tahun terakhir, luas lahan sawah di Kota Tegal terus berkurang.
SuaraPantura.com - Lahan sawah adalah ruang dimana masyarakat bisa menanam bahan pangan.
Keberadaan lahan pertanian di Kota Tegal
semakin menyempit.
Dilansir dari data BPS, dalam 3 tahun terakhir, luas lahan sawah di Kota Tegal terus berkurang.
Luas lahan sawah tahun 2019 sebesar 658 hektar. Pada tahun 2020, luas lahan yang digunakan untuk sawah berkurang menjadi 512 hektar, dan berkurang lagi menjadi 471 hektar pada tahun 2021.
Alih fungsi penggunaan lahan, abrasi pantai, dan terjadi genangan air laut ke daratan (rob) terhadap lahan pertanian menjadi salah satu penyebab berkurangnya luas lahan pertanian Kota Tegal.
Padi merupakan salah satu komoditas
pertanian yang dihasilkan oleh Kota Tegal.
Dengan luas panen seluas 300 hektar di
tahun 2021, Kota Tegal mampu menghasilkan sebanyak 1.920 ton gabah kering panen, menurun sebesar 21 persen dari produksi tahun 2020 yang mencapai 2.440 ton dengan rata-rata produksi 59 kuintal per hektar.
Komoditas produksi holtikultura unggulan
di Kota Tegal adalah bawang merah. Tahun
2021 dengan luas lahan sekitar 100 hektar,
mampu dihasilkan bawang merah sebanyak
1.138 ton.
Seperti halnya produksi padi, produksi bawang merah mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan
tahun 2021 yang mencapai 2.067 ton, dengan rata-rata produksi di tahun 2020 sebanyak 114,83 kuintal per hektar.
***
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!