Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Rp830 Triliun Utang Jatuh Tempo, Ekonom Ingatkan Ancaman Terbesar Ada di Refinancing

Sabila JP•
Ekbis

Suarapantura.com - Indonesia menghadapi tantangan besar pada 2026 dengan utang jatuh tempo mencapai sekitar Rp830 triliun. Namun, menurut analis ekonomi Dipo Satria Ramli, ancaman utama bukan sekadar bunga utang yang harus dibayar pemerintah, melainkan risiko refinancing atau kemampuan mencari utang baru untuk menutup utang lama.

Dalam wawancara bersama Abraham Samad, Dipo menjelaskan skema pembiayaan utang pemerintah selama ini lebih banyak mengandalkan perputaran pokok utang melalui penerbitan surat utang baru.

“Model pemerintah itu bunganya selalu dibayar, tapi pokoknya diputar terus. Risiko terbesar kita adalah ketika si refinancing itu tidak bisa dilakukan,” kata Dipo, Kamis (21/5/2026).

Gedung BUMD Kukar Diduga Digadaikan Diam-Diam ke Bank, DPRD Tak Pernah Beri Persetujuan: Kejari Ditantang Bongkar Skandal!
Baca Juga · Ekbis
Gedung BUMD Kukar Diduga Digadaikan Diam-Diam ke Bank, DPRD Tak Pernah Beri Persetujuan: Kejari Ditantang Bongkar Skandal!

Ia menilai tekanan terhadap keuangan negara tidak hanya terjadi tahun ini, sebab profil jatuh tempo utang Indonesia masih cukup besar dalam beberapa tahun mendatang.

Selain persoalan utang, Dipo juga menyoroti kondisi cadangan devisa Indonesia yang dianggap belum cukup kuat. Menurutnya, sebagian besar cadangan devisa saat ini masih berasal dari utang luar negeri, bukan dari surplus ekspor nasional.

BTN dan Perumnas Jual Harapan Punya Rumah, Nabung DP Bertahun-tahun KPR Belum Tentu Disetujui!
Baca Juga · Ekbis
BTN dan Perumnas Jual Harapan Punya Rumah, Nabung DP Bertahun-tahun KPR Belum Tentu Disetujui!

Dalam tiga bulan terakhir, cadangan devisa disebut terkuras hingga sekitar 8 miliar dolar AS akibat intervensi Bank Indonesia di pasar valuta asing guna menjaga stabilitas rupiah.

“Cadangan devisa kita pun sebenarnya rapuh. Yang kuat itu seharusnya dari ekspor, tapi ini dari utang,” ujarnya.

Kredit Lunas, SK PNS dan Kartu Taspen Hilang, BTN Ambon Disomasi: Nasabah Minta Tanggung Jawab
Baca Juga · Ekbis
Kredit Lunas, SK PNS dan Kartu Taspen Hilang, BTN Ambon Disomasi: Nasabah Minta Tanggung Jawab

Ia juga mengingatkan bahwa tren bunga surat utang pemerintah terus mengalami kenaikan seiring ketidakpastian pasar global dan meningkatnya kesulitan mencari pendanaan baru.

Menurut Dipo, kombinasi pelemahan rupiah, imported inflation, dan risiko pembiayaan utang dapat menjadi tiga tekanan besar bagi ekonomi Indonesia sepanjang 2026.

Kondisi geopolitik global yang masih memanas juga dinilai membuat investor semakin berhati-hati menempatkan modal di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Tags:
#Hutang Negara#830 triliun#refinancing#analis ekonomi#dipo satria ramli
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…