Suarapantura.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akhirnya buka suara terkait belum dipublikasikannya laporan keuangan lembaga tersebut meski telah beroperasi sejak Februari 2025.
Manajemen menyebut proses konsolidasi laporan keuangan seluruh badan usaha milik negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaannya masih berlangsung.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, mengatakan penyusunan laporan keuangan Danantara tidak dapat dilakukan secara instan karena harus menggabungkan laporan keuangan seluruh BUMN yang menjadi bagian dari portofolio investasi lembaga tersebut.
“Tentu pada kesempatan yang baik ini, saya sampaikan juga ada yang banyak tanya kenapa kok laporan keuangan Danantara belum keluar. Nah ini juga perlu saya sampaikan sebagai bentuk daripada transparansi yang kami lakukan,” kata Dony dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta.
Menurut Dony, saat ini Danantara masih melakukan proses pembersihan atau cleansing terhadap laporan keuangan sejumlah BUMN sebelum seluruh data tersebut dikonsolidasikan menjadi laporan keuangan induk Danantara.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada persoalan pencatatan maupun akun-akun bermasalah yang terbawa ke dalam laporan keuangan konsolidasi. Karena itu, proses harmonisasi data masih terus berjalan di berbagai perusahaan pelat merah.
“Laporan keuangan Danantara itu adalah konsolidasi daripada laporan seluruh BUMN. Nah kami sedang melakukan pembersihan seluruh laporan daripada BUMN. Dan ada beberapa BUMN yang belum selesai,” ujarnya.
Dony mengungkapkan masih terdapat sejumlah BUMN yang tengah menyelesaikan penyesuaian laporan keuangan sehingga proses konsolidasi secara menyeluruh belum dapat dirampungkan. Namun demikian, pihaknya menargetkan seluruh tahapan tersebut selesai pada akhir Juni 2026.
“Nanti akhir Juni ini akan selesai seluruh BUMN kita bersihkan,” katanya.
Setelah proses konsolidasi dan pembersihan data rampung, Danantara berencana menerbitkan laporan keuangan perdana kepada publik. Laporan tersebut akan menjadi gambaran awal mengenai kondisi keuangan lembaga investasi negara yang dibentuk untuk mengelola aset dan investasi strategis milik pemerintah.
Publikasi laporan keuangan Danantara selama ini menjadi perhatian publik mengingat lembaga tersebut mengelola aset BUMN bernilai sangat besar. Karena itu, keterbukaan dan transparansi pengelolaan keuangan dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap keberadaan sovereign wealth fund tersebut.