Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Dirumorkan Gantikan Purbaya, Intip Profil dan Kekayaan Chatib Basri

Rafael Samuel•
Ekbis

Suarapantura.com – Nama Muhamad Chatib Basri kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku pasar dan pengamat ekonomi nasional. Mantan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu dirumorkan menjadi salah satu kandidat kuat yang disebut-sebut berpotensi menggantikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Isu tersebut mencuat di tengah beredarnya kabar bahwa Purbaya akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan. Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh Purbaya.

“Enggak benar lah,” ucap Purbaya dalam pesan singkat kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

Selain nama Chatib Basri, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga sempat disebut dalam berbagai spekulasi yang berkembang sebagai figur yang berpotensi mengisi kursi Menteri Keuangan apabila terjadi pergantian kabinet.

Munculnya nama Chatib bukan tanpa alasan. Ekonom senior yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di sektor ekonomi dan keuangan negara tersebut saat ini berada di lingkaran strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pada 5 November 2024, Presiden Prabowo secara resmi melantik Chatib Basri sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Dalam lembaga tersebut, Chatib bekerja bersama Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan serta sejumlah ekonom dan tokoh nasional lainnya untuk memberikan masukan terkait arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Karier Panjang di Dunia Ekonomi

Muhamad Chatib Basri lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965. Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia dan lulus pada 1992.

BTN dan Perumnas Jual Harapan Punya Rumah, Nabung DP Bertahun-tahun KPR Belum Tentu Disetujui!
Baca Juga · Ekbis
BTN dan Perumnas Jual Harapan Punya Rumah, Nabung DP Bertahun-tahun KPR Belum Tentu Disetujui!

Pendidikan akademiknya kemudian berlanjut ke The Australian National University. Dari kampus tersebut, Chatib meraih gelar Master of Economic Development pada 1996 dan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) bidang ekonomi pada 2001.

Kariernya dikenal sangat dekat dengan dunia kebijakan ekonomi nasional. Sebelum menjadi menteri, Chatib pernah dipercaya menjadi anggota Tim Penasihat Tim Nasional Perundingan Perdagangan Internasional Indonesia pada periode 2005-2012.

Ia juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan, Wakil Menteri Keuangan untuk forum G20, hingga dipercaya menjadi Sherpa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20.

Kariernya terus menanjak ketika dipercaya menjadi Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) pada periode 2010-2012. Setelah itu, ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2012-2013 sebelum akhirnya dipercaya menduduki jabatan Menteri Keuangan Republik Indonesia pada periode 2013-2014.

Setelah tidak lagi berada di kabinet, Chatib tetap aktif di berbagai sektor strategis. Ia tercatat menjadi Komisaris Utama Bank Mandiri sejak 2020 dan juga menjabat Presiden Komisaris XL Axiata.

Selain aktif di dunia korporasi, Chatib masih mengajar sebagai dosen senior Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia serta menjalankan firma riset ekonomi CReco Research yang berbasis di Jakarta.

Kredit Lunas, SK PNS dan Kartu Taspen Hilang, BTN Ambon Disomasi: Nasabah Minta Tanggung Jawab
Baca Juga · Ekbis
Kredit Lunas, SK PNS dan Kartu Taspen Hilang, BTN Ambon Disomasi: Nasabah Minta Tanggung Jawab

Soroti Reformasi Pajak Era Prabowo

Nama Chatib juga sempat menjadi perhatian setelah memberikan pandangan mengenai target peningkatan rasio pajak yang menjadi salah satu agenda pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurutnya, rasio pajak Indonesia yang masih berada di kisaran 10 persen tergolong rendah dibandingkan kebutuhan pembangunan nasional.

“Kita harus mengakui tax ratio 10 persen itu terlalu kecil. Kita memang harus menuju angka baru itu, tapi dilakukan secara bertahap. Tidak akan bisa dilakukan sekejap,” kata Chatib dalam wawancara pada 2024.

Ia menilai peningkatan rasio pajak memungkinkan dilakukan, namun membutuhkan reformasi perpajakan yang konsisten serta peningkatan kepatuhan wajib pajak.

Kekayaan Chatib Basri Tembus Rp117 Miliar

Di tengah sorotan publik terhadap namanya, laporan harta kekayaan Chatib Basri juga menarik perhatian.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 12 Maret 2025 untuk periode tahun 2024, Chatib tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp117,24 miliar.

Kredit BTN Rp629,8 Miliar Diusut, KAMAKSI Desak Kortas Tipikor Telusuri Rantai Keputusan hingga Dirut
Baca Juga · Ekbis
Kredit BTN Rp629,8 Miliar Diusut, KAMAKSI Desak Kortas Tipikor Telusuri Rantai Keputusan hingga Dirut

Porsi terbesar kekayaannya berasal dari kepemilikan surat berharga yang mencapai Rp72,83 miliar.

Selain itu, ia juga memiliki kas dan setara kas sebesar Rp18,65 miliar serta aset tanah dan bangunan senilai Rp13,22 miliar yang berada di Jakarta Pusat dan Australia.

Di sektor kendaraan, Chatib memiliki sejumlah koleksi mobil dengan total nilai Rp6,36 miliar. Beberapa kendaraan yang dilaporkan antara lain Mercedes-Benz Sedan tahun 2023 senilai Rp2,85 miliar, Lexus LM350H tahun 2024 senilai Rp2,1 miliar, Hyundai Ioniq 5, Mercedes-Benz Jeep, hingga Nissan President Sedan keluaran 1992.

Selain itu, ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp5,21 miliar dan aset lain sebesar Rp956 juta.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada sinyal resmi dari Istana terkait isu pergantian Menteri Keuangan. Purbaya Yudhi Sadewa sendiri telah membantah kabar pengunduran dirinya dan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Tags:
#Chatib Basri#purbaya yudhi sadewa#Profil#Kekayaan#Harta#LHKPN
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…