Suarapantura.com - Penunjukan Mufli Budi Ananda, yang dikenal sebagai mantan asisten Raffi Ahmad, sebagai Komisaris PT Krakatau Posco terus menuai sorotan. Kali ini, Forum Sipil Bersuara (FORSIBER) mendesak manajemen Krakatau Posco dan para pemegang saham memberikan penjelasan terbuka terkait dasar pengangkatan tersebut.
Aktivis FORSIBER, Hamdi Putra, menilai publik berhak mengetahui alasan objektif di balik penunjukan Mufli, mengingat posisi komisaris di perusahaan strategis bukan sekadar jabatan seremonial.
"Yang dipersoalkan bukan hak seseorang membangun karier, tetapi dasar objektif yang membuatnya dinilai layak menduduki kursi pengawasan di perusahaan strategis yang berkaitan dengan kepentingan negara," ujar Hamdi, Rabu (1/7/2026).
Komisaris Dinilai Harus Punya Kompetensi
Hamdi mengingatkan, Krakatau Posco merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO Korea Selatan yang memiliki kapasitas produksi baja sekitar 3 juta ton per tahun.
Menurutnya, komisaris di perusahaan sebesar itu memiliki tanggung jawab besar, mulai dari mengawasi kinerja direksi hingga memastikan tata kelola perusahaan berjalan sesuai prinsip good corporate governance.
"Komisaris tidak cukup hanya hadir dalam rapat atau menjadi nama di struktur organisasi. Mereka harus mampu membaca risiko bisnis, memahami laporan keuangan, mengawasi transaksi penting, dan memastikan tidak ada kebijakan yang merugikan perusahaan," katanya.
Soroti Kinerja Krakatau Posco
Hamdi juga menyoroti kondisi keuangan Krakatau Posco yang masih menghadapi tekanan.
Berdasarkan laporan keuangan PT Krakatau Steel, Krakatau Posco membukukan pendapatan sekitar US$2,07 miliar pada 2025, namun masih mencatatkan rugi bersih sekitar US$124,45 juta.
Nilai kerugian tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran US$39,80 juta.
Karena Krakatau Steel memiliki 50 persen saham di Krakatau Posco, menurut Hamdi, setiap kerugian perusahaan patungan tersebut juga berdampak terhadap perusahaan pelat merah tersebut.
Pertanyakan Rekam Jejak Mufli
Hamdi mempertanyakan apakah Mufli memiliki pengalaman yang relevan di bidang industri baja maupun tata kelola korporasi.
Ia mempertanyakan apakah komisaris baru tersebut memiliki kompetensi di bidang:
"Apakah ia dipilih untuk memperkuat pengawasan perusahaan yang sedang menghadapi kerugian? Ataukah proses penunjukannya lebih didasarkan pada kedekatan dengan lingkaran kekuasaan dan popularitas?" ujarnya.
Belum Ada Penjelasan Resmi
Hingga berita ini ditulis, PT Krakatau Posco maupun para pemegang saham belum memberikan penjelasan resmi mengenai pertimbangan pengangkatan Mufli Budi Ananda sebagai komisaris.
Publik kini menunggu klarifikasi perusahaan terkait proses seleksi, kompetensi, dan alasan penunjukan tersebut di tengah sorotan luas masyarakat.