Suarapantura.com - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank/BBKP) melanjutkan langkah efisiensi operasional dengan memangkas ratusan karyawan dan mengurangi jumlah jaringan kantor pada kuartal I 2026.
Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi transformasi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat daya saing bisnis.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, KB Bank mengurangi 662 pegawai atau sekitar 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah karyawan yang sebelumnya mencapai 2.927 orang kini tersisa 2.265 orang.
Selain melakukan pengurangan tenaga kerja, perseroan juga menutup 21 Kantor Cabang Pembantu (KCP). Dengan demikian, jumlah KCP KB Bank menyusut dari 141 unit pada kuartal I 2025 menjadi 120 unit pada akhir Maret 2026.
Corporate Secretary KB Bank, Ariz Dian Perkasa, mengatakan langkah efisiensi tersebut merupakan bagian dari transformasi jangka panjang yang sedang dijalankan perusahaan.
"Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat kapabilitas digital, meningkatkan produktivitas jaringan, serta mendukung pertumbuhan bisnis dan profitabilitas yang berkelanjutan," kata Ariz dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).
Di tengah proses transformasi tersebut, kinerja keuangan KB Bank masih menghadapi tekanan. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp10,51 miliar pada kuartal I 2026. Capaian itu turun tajam dibandingkan laba Rp351,92 miliar yang diraih pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, pencapaian laba tersebut tetap menunjukkan bahwa bank berkode saham BBKP masih mampu mempertahankan posisi positif setelah sebelumnya mengalami kerugian selama lima tahun berturut-turut.
Tercatat, KB Bank membukukan rugi bersih sebesar Rp3,26 triliun pada 2020. Kerugian kemudian menurun menjadi Rp2,28 triliun pada 2021, namun kembali meningkat menjadi Rp5,03 triliun pada 2022, bertambah menjadi Rp6,04 triliun pada 2023, dan mencapai Rp6,33 triliun pada 2024.
Perseroan baru berhasil membalikkan keadaan pada 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp65,92 miliar. Namun, akumulasi kerugian masa lalu masih membebani kondisi keuangan perusahaan. Hingga Maret 2026, KB Bank masih mencatat defisit sebesar Rp20,97 triliun.
Tantangan juga terlihat dari kualitas aset perseroan. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 9,83 persen, sedangkan NPL net berada di level 6,21 persen.
Sementara itu, indikator profitabilitas juga mengalami penurunan. Return on Assets (ROA) turun dari 2,31 persen menjadi 0,02 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) merosot dari 37,39 persen menjadi 0,16 persen.