Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon Lambok Pahotan Napitupulu (Istimewa)
Suarapantura.com – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon Lambok Pahotan Napitupulu kembali dipercaya memimpin perseroan untuk periode kedua. Di balik perjalanan panjangnya di industri perbankan, Nixon tercatat memiliki harta kekayaan mencapai Rp49,16 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Keputusan perpanjangan masa jabatan Nixon sebagai orang nomor satu di BTN ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada Rabu, 27 Maret 2025. Penunjukan tersebut memperpanjang kiprahnya setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama BTN.
Pria kelahiran Sumatera pada 25 Juli 1969 itu bukan sosok baru di lingkungan BTN. Sebelum menduduki posisi Dirut, Nixon telah mengemban sejumlah jabatan strategis, termasuk sebagai Wakil Direktur Utama BTN sejak Maret 2021.
Ia juga pernah dipercaya menjadi Ketua Dewan Pengawas Dana Pensiun Bank BTN sejak September 2021. Karier Nixon di sektor perbankan nasional turut mencatat pengalaman di sejumlah posisi penting sebelum bergabung dalam jajaran direksi BTN.
Sebelum berkarier di BTN, Nixon sempat menjabat sebagai Manager Business Performance Management Group di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pada 2015, ia dipercaya menjadi Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen.
Kemudian pada 2017, Nixon bergabung dengan BTN sebagai Direktur Collection, Asset Management & Legal. Setelah itu, ia dipercaya mengisi posisi Direktur Finance, Planning dan Treasury BTN hingga Maret 2021.
Rincian Kekayaan Nixon LP Napitupulu
Sebagai pejabat yang masuk dalam kategori penyelenggara negara, Nixon memiliki kewajiban menyampaikan laporan harta kekayaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui mekanisme LHKPN.
Berdasarkan laporan yang disampaikan pada 26 Maret 2025 untuk periode pelaporan tahun 2024, Nixon LP Napitupulu tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp49.166.845.440.
Komposisi terbesar kekayaannya berasal dari aset tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp22,2 miliar. Aset properti tersebut tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Bogor, Tangerang Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, hingga Jakarta Selatan.
Selain properti, Nixon juga memiliki sejumlah kendaraan dengan nilai keseluruhan mencapai Rp2,789 miliar.
Dalam daftar aset kendaraannya, tercatat beberapa unit kendaraan seperti Toyota Yaris tahun 2011, Toyota Alphard tahun 2014, Toyota Fortuner tahun 2018, Mercedes Benz E-300 tahun 2017, Toyota Raize Sport tahun 2022, hingga Wuling Sedan tahun 2024.
Sementara itu, harta bergerak lainnya yang dimiliki Nixon tercatat sebesar Rp659 juta. Ia juga melaporkan kepemilikan surat berharga dengan nilai mencapai Rp3,7 miliar.
Aset dalam bentuk kas dan setara kas menjadi salah satu komponen terbesar dalam laporan kekayaannya, yakni mencapai Rp23,5 miliar. Selain itu, Nixon juga mencatatkan harta lainnya sebesar Rp2,3 miliar.
Secara keseluruhan, total harta Nixon sebelum dikurangi kewajiban tercatat sebesar Rp55,17 miliar. Setelah dikurangi utang sebesar Rp6 miliar, nilai kekayaan bersih Direktur Utama BTN tersebut berada di angka Rp49,16 miliar.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di industri perbankan, Nixon kini kembali dipercaya memimpin BTN dalam menghadapi berbagai tantangan sektor keuangan, termasuk penguatan bisnis pembiayaan perumahan nasional.