Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Rekening BCA Dibekukan Lebih Sebulan, UMKM Kelimpungan: Uang Ada, Tapi Tak Bisa Dipakai

Sabila JP•
Ekbis

ilustrasi gedung Bank BCA (Sumber: flickr.com)

Suarapantura.com - Bayangkan uang usaha masih ada di rekening, tetapi tidak bisa digunakan untuk membayar gaji karyawan, vendor, pemasok, bahkan sekadar berinfak di masjid.

Kondisi itulah yang dialami Renalgy, pelaku UMKM di Kota Bandung. Rekening operasional usahanya di BCA disebut tidak dapat digunakan sejak 16 Juli 2026 setelah ia mendapat informasi dari pihak bank bahwa rekening tersebut diblokir atas perintah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Yang membuatnya bingung, hingga 25 Agustus 2026 atau lebih dari sebulan kemudian, ia mengaku belum mendapatkan penjelasan yang dianggap memadai mengenai alasan rekening tersebut dibatasi.

Persoalan bermula saat Renalgy hendak menunaikan infak melalui QRIS pada Jumat, 16 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB. Transaksi gagal. Dicoba beberapa kali, hasilnya sama.

Rekening tak bisa digunakan.

Awalnya ia mengira hanya gangguan sistem. Namun setelah menghubungi Halo BCA dan mendatangi kantor cabang, jawaban yang diterimanya justru membuat persoalan semakin panjang.

Ia mendapat informasi bahwa rekeningnya diblokir atas perintah PPATK.

Masalahnya, menurut Renalgy, tidak ada penjelasan mengenai transaksi apa yang menjadi persoalan, kapan transaksi tersebut terjadi, maupun klarifikasi seperti apa yang harus diberikan.

Sudah 7-8 Kali Datang, Jawaban Tetap "Tunggu"

Renalgy mengaku telah tujuh hingga delapan kali mendatangi BCA KCP Banda, Kota Bandung.

Pertanyaannya selalu sama: mengapa rekening dibatasi dan bagaimana cara menyelesaikannya?

Namun jawaban yang diterima, menurut dia, tidak banyak berubah: diminta menunggu.

Bagi nasabah pribadi mungkin kondisi tersebut sudah membuat repot. Namun bagi pelaku usaha, persoalannya jauh lebih serius.

Gedung BUMD Kukar Diduga Digadaikan Diam-Diam ke Bank, DPRD Tak Pernah Beri Persetujuan: Kejari Ditantang Bongkar Skandal!
Baca Juga · Ekbis
Gedung BUMD Kukar Diduga Digadaikan Diam-Diam ke Bank, DPRD Tak Pernah Beri Persetujuan: Kejari Ditantang Bongkar Skandal!

Rekening yang dibatasi merupakan rekening operasional perusahaan.

Di dalamnya terdapat arus dana untuk menggaji karyawan, membayar vendor, pemasok, hingga kebutuhan perangkat kerja dan layanan digital.

Akibatnya, ketika rekening tidak bisa digunakan, roda bisnis ikut tersendat.

Renalgy bahkan mengaku terpaksa mencari pinjaman agar kewajiban perusahaan tetap berjalan.

Ironisnya, ia harus membayar bunga atas uang pinjaman tersebut, sementara dana miliknya sendiri masih tersimpan di rekening bank.

Uangnya ada. Tetapi tangannya seolah terikat.

Siap Buka Catatan Keuangan

Renalgy menegaskan dirinya tidak pernah terjerat tindak pidana.

Ia juga menyatakan siap memberikan catatan transaksi maupun dokumen keuangan perusahaan jika memang diperlukan dalam proses pemeriksaan.

Menurutnya, ia memahami bahwa bank dan otoritas mempunyai kewajiban menjalankan ketentuan pencegahan tindak pidana pencucian uang.

Yang dipersoalkan bukan kewenangan tersebut.

Yang dipersoalkan adalah ketidakjelasan prosesnya.

BTN dan Perumnas Jual Harapan Punya Rumah, Nabung DP Bertahun-tahun KPR Belum Tentu Disetujui!
Baca Juga · Ekbis
BTN dan Perumnas Jual Harapan Punya Rumah, Nabung DP Bertahun-tahun KPR Belum Tentu Disetujui!

Jika rekening memang perlu dibatasi karena terdapat dugaan tertentu, nasabah tentu membutuhkan mekanisme yang jelas untuk memberikan klarifikasi.

Pertanyaannya sederhana: harus menunggu sampai kapan?

Surat ke BCA dan PPATK Disebut Tak Berbalas

Tidak hanya mendatangi kantor cabang, Renalgy mengaku sudah mengirimkan surat elektronik kepada kantor pusat BCA dan PPATK.

Dokumen yang dianggap diperlukan juga telah dikirimkan melalui email maupun nomor WhatsApp resmi PPATK.

Namun hingga surat keluhannya dibuat pada 25 Agustus 2026, ia mengaku belum menerima jawaban ataupun konfirmasi mengenai perkembangan penanganan rekeningnya.

Situasi tersebut membuat posisi nasabah semakin sulit.

Ia tidak mengetahui secara pasti apa yang harus diperbaiki, dokumen apa yang masih kurang, dan kepada siapa persoalan tersebut harus ditanyakan.

Jangan Sampai Nasabah Dipaksa Berputar dari Meja ke Meja

Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan pembatasan rekening bukan sekadar masalah teknis perbankan.

Di balik sebuah rekening usaha terdapat gaji karyawan, pembayaran pemasok, kewajiban kepada vendor, dan keberlangsungan bisnis.

Karena itu, ketika akses rekening dibatasi dalam waktu lama, dampaknya bisa menjalar kepada banyak orang.

Renalgy meminta BCA memberikan penjelasan tertulis mengenai status rekeningnya, dasar tindakan yang dapat disampaikan sesuai ketentuan hukum, perkiraan waktu penyelesaian, serta dokumen atau klarifikasi yang masih dibutuhkan.

Kredit Lunas, SK PNS dan Kartu Taspen Hilang, BTN Ambon Disomasi: Nasabah Minta Tanggung Jawab
Baca Juga · Ekbis
Kredit Lunas, SK PNS dan Kartu Taspen Hilang, BTN Ambon Disomasi: Nasabah Minta Tanggung Jawab

Ia juga meminta adanya petugas atau narahubung yang benar-benar menangani kasus tersebut.

Jika persoalan sepenuhnya berada dalam kewenangan PPATK, ia berharap BCA dapat membantu menunjukkan jalur resmi yang harus ditempuh.

Sebab, yang dibutuhkan nasabah bukan jawaban yang berputar-putar.

Yang dibutuhkan adalah kepastian.

Uang Nasabah Bukan Sekadar Angka di Rekening

Renalgy berharap rekeningnya segera dapat dibuka kembali. Jika pemeriksaan memang masih diperlukan, ia menyatakan siap kooperatif.

Namun proses pemeriksaan, menurutnya, jangan sampai membuat nasabah kehilangan akses tanpa mengetahui bagaimana cara menyelesaikannya.

Kasus ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi yang jelas ketika rekening nasabah dikenai pembatasan berdasarkan kewenangan otoritas.

Sebab, bagi pelaku usaha, satu rekening yang tidak bisa digunakan bukan hanya berarti satu transaksi gagal.

Di sana ada karyawan yang menunggu gaji, pemasok yang menunggu pembayaran, vendor yang menunggu kewajibannya dipenuhi, dan keluarga yang menggantungkan hidup dari usaha tersebut.

Pada akhirnya, persoalannya bukan sekadar "rekening diblokir atau tidak".

Persoalannya adalah apakah proses tersebut memberikan kepastian, mekanisme klarifikasi, dan penyelesaian yang jelas bagi nasabah, sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Renalgy kini masih menunggu jawaban.

Dan semakin lama jawaban itu tidak datang, semakin besar pula beban yang harus ditanggung oleh usaha dan orang-orang yang bergantung padanya.

Tags:
#Bank BCA#PPATK#Nasabah#UMKM#Pemblokiran
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…