Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Saldo Modal Usaha Nasabah Mandiri Terkuras Puluhan Transaksi QRIS, Seberapa Aman Livin?

Sabila JP•
Ekbis

ilustrasi logo livin (Tangkapan Layar Livin by Mandiri)

Suarapantura.com - Unggahan seorang nasabah Bank Mandiri yang mengaku kehilangan saldo modal usahanya melalui puluhan transaksi QRIS mendadak viral. Transaksi disebut tidak pernah dilakukan pemilik rekening. Kasus ini pun memunculkan pertanyaan serius: bagaimana transaksi berulang bisa terjadi, dan seberapa kuat sistem keamanan digital Bank Mandiri melindungi uang nasabah?

Unggahan tersebut dibagikan pemilik akun Threads @auliaptri86. Dalam tangkapan layar yang diunggah, terlihat sejumlah transaksi pembayaran melalui QRIS yang menurut korban tidak pernah dilakukan.

Korban mengaku panik setelah memeriksa riwayat transaksi pada rekening Bank Mandiri miliknya. Saldo yang disebut merupakan modal usaha mendadak berkurang akibat serangkaian transaksi dengan nominal sekitar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu.

Transaksi tersebut disebut mengarah ke sejumlah merchant, termasuk yang tercatat sebagai Bank Nobu - counter pulsa dan Maybank - GAMEKU STORE.

Korban mengaku pada hari tersebut hanya melakukan satu kali transfer. Namun ketika memeriksa riwayat transaksi, ia menemukan rentetan transaksi QRIS lain yang menurut pengakuannya tidak pernah dilakukan.

“HELP SUMPAH ADA YANG BISA BANTU GAK INI KENAPAA... Demi Allah kaget banget tiba-tiba lihat riwayat begini, padahal hari ini cuma sekali transfer. Kaget banget lihat saldo tiba-tiba habis,” tulis korban.

Saldo Mandiri Berkurang, Transaksi Disebut Bukan Milik Nasabah

Kasus tersebut langsung memunculkan pertanyaan mengenai keamanan transaksi digital Bank Mandiri.

Jika benar nasabah tidak melakukan transaksi tersebut, bagaimana transaksi dapat diproses?

Apakah akun atau perangkat korban telah diambil alih?

Apakah terdapat kredensial yang berhasil diperoleh pihak lain?

Apakah korban tanpa sadar memberikan akses melalui tautan, aplikasi atau metode tertentu?

Atau terdapat mekanisme autentikasi yang memungkinkan transaksi QRIS berlangsung setelah otorisasi tertentu dilakukan sebelumnya?

Semua pertanyaan tersebut membutuhkan pemeriksaan teknis.

Karena itu, unggahan korban belum cukup untuk menyimpulkan bahwa sistem Bank Mandiri telah diretas atau mengalami kebocoran keamanan.

Namun laporan tersebut tetap layak mendapatkan perhatian karena menyangkut dana nasabah yang diklaim hilang melalui transaksi yang tidak dikenali.

Bagaimana QRIS Bisa Berulang Kali Berjalan?

Pertanyaan paling besar justru berada pada pola transaksi.

Bukan hanya satu transaksi yang dipersoalkan.

Korban mengaku menemukan puluhan transaksi dengan nominal yang relatif kecil dan dilakukan berulang hingga saldo rekening terkuras.

Jika pola tersebut benar, Bank Mandiri perlu menjelaskan bagaimana sistem mendeteksi aktivitas seperti itu.

BTN dan Perumnas Jual Harapan Punya Rumah, Nabung DP Bertahun-tahun KPR Belum Tentu Disetujui!
Baca Juga · Ekbis
BTN dan Perumnas Jual Harapan Punya Rumah, Nabung DP Bertahun-tahun KPR Belum Tentu Disetujui!

Apakah terdapat mekanisme fraud detection yang membaca pola transaksi tidak biasa?

Apakah sistem memberikan peringatan ketika terjadi transaksi QRIS berulang dalam waktu singkat?

Apakah terdapat pembatasan tertentu ketika aktivitas rekening tiba-tiba berubah drastis?

Dan yang paling penting:

metode autentikasi apa yang tercatat dalam sistem untuk setiap transaksi tersebut?

Jawaban ini penting untuk menentukan apakah transaksi benar-benar diotorisasi pemilik rekening atau terdapat indikasi penyalahgunaan akses.

Jangan Hanya Bertanya PIN, OTP atau Password

Dalam kasus transaksi digital, perhatian sering kali langsung diarahkan kepada nasabah.

Apakah PIN bocor?

Apakah OTP diberikan?

Apakah password diketahui orang lain?

Apakah perangkat terkena malware?

Pertanyaan tersebut memang penting.

Namun keamanan bank tidak boleh berhenti pada pertanyaan mengenai kelalaian pengguna.

Bank juga harus mampu menjelaskan jejak transaksi secara teknis.

Misalnya perangkat yang digunakan, waktu transaksi, pola autentikasi, perubahan perangkat, aktivitas login, serta tujuan transaksi.

Jika terdapat transaksi puluhan kali yang sebelumnya tidak biasa dilakukan nasabah, sistem seharusnya memiliki kemampuan untuk mengenali pola tersebut sebagai aktivitas yang perlu diperiksa.

Modal Usaha Hilang, Bukan Sekadar Saldo Berkurang

Yang membuat kasus ini semakin serius adalah pengakuan korban bahwa dana tersebut merupakan modal usaha.

Kredit Lunas, SK PNS dan Kartu Taspen Hilang, BTN Ambon Disomasi: Nasabah Minta Tanggung Jawab
Baca Juga · Ekbis
Kredit Lunas, SK PNS dan Kartu Taspen Hilang, BTN Ambon Disomasi: Nasabah Minta Tanggung Jawab

Artinya, kehilangan saldo bukan sekadar persoalan rekening pribadi.

Jika benar dana tersebut terkuras tanpa persetujuan pemilik, dampaknya dapat langsung mengganggu aktivitas usaha korban.

Karena itu, korban juga mempertanyakan mekanisme pengembalian dana atau refund.

Di sinilah Bank Mandiri perlu memberikan kejelasan jika laporan tersebut telah masuk secara resmi.

Apakah transaksi dinyatakan sah?

Apakah sedang dilakukan investigasi?

Apakah rekening penerima telah ditelusuri?

Apakah dana masih dapat diamankan?

Dan apabila investigasi membuktikan transaksi memang tidak dilakukan nasabah, bagaimana mekanisme penyelesaian kerugiannya?

Seberapa Aman Uang Nasabah di Livin'?

Bank Mandiri terus mendorong digitalisasi layanan perbankan melalui aplikasi Livin' by Mandiri.

Semakin banyak aktivitas nasabah dipindahkan ke kanal digital, semakin besar pula tuntutan terhadap keamanan sistem.

Kemudahan transaksi memang menjadi nilai jual.

Tetapi bagi nasabah, kemudahan tidak boleh berarti transaksi menjadi terlalu mudah dilakukan oleh pihak yang tidak berhak.

Jika benar seorang nasabah dapat kehilangan saldo melalui puluhan transaksi QRIS yang tidak dikenalnya, maka kemampuan sistem mendeteksi dan menghentikan aktivitas tersebut patut dipertanyakan.

Bukan berarti Bank Mandiri telah terbukti gagal menjaga keamanan.

Penyebab sebenarnya tetap harus menunggu hasil investigasi.

Namun justru karena menyangkut uang masyarakat, kasus seperti ini tidak cukup dijawab dengan meminta nasabah berhati-hati.

Kredit BTN Rp629,8 Miliar Diusut, KAMAKSI Desak Kortas Tipikor Telusuri Rantai Keputusan hingga Dirut
Baca Juga · Ekbis
Kredit BTN Rp629,8 Miliar Diusut, KAMAKSI Desak Kortas Tipikor Telusuri Rantai Keputusan hingga Dirut

Jangan Tunggu Viral Baru Dijelaskan

Laporan transaksi mencurigakan membutuhkan respons cepat.

Semakin lama transaksi dibiarkan, semakin sulit pula upaya penelusuran dan pemulihan dana.

Karena itu, yang paling ditunggu bukan hanya klarifikasi bahwa Bank Mandiri sedang menangani laporan.

Nasabah membutuhkan penjelasan mengenai bagaimana transaksi tersebut bisa terjadi dan apa yang dilakukan sistem keamanan ketika aktivitas mencurigakan muncul.

Sebab keamanan perbankan seharusnya tidak hanya diuji ketika semuanya berjalan normal.

Keamanan justru diuji ketika ada aktivitas yang tidak biasa.

Pertanyaan yang Kini Mengarah ke Bank Mandiri

Kasus @auliaptri86 belum membuktikan adanya kelemahan sistem Bank Mandiri. Penyebabnya masih perlu ditelusuri dan diverifikasi.

Namun laporan tersebut meninggalkan sejumlah pertanyaan yang sulit diabaikan:

Jika nasabah benar-benar tidak melakukan transaksi, siapa yang mengotorisasinya?

Mengapa transaksi dapat berlangsung berulang?

Mengapa sistem tidak menghentikan pola transaksi yang tidak biasa?

Bagaimana Bank Mandiri memastikan dana nasabah tetap terlindungi ketika terjadi penyalahgunaan akses?

Dan yang paling penting:

Jika modal usaha nasabah benar-benar hilang akibat transaksi yang tidak pernah dilakukan, siapa yang bertanggung jawab atas kerugiannya?

Bagi nasabah Bank Mandiri, pertanyaan tersebut bukan sekadar persoalan teknis.

Ini menyangkut satu hal paling mendasar dalam hubungan antara bank dan nasabah: apakah uang yang dititipkan benar-benar aman ketika pemiliknya tidak sedang melakukan transaksi?

Tags:
#Bank Mandiri#Maybank#Gameku Store#Nobu Bank#Nasabah
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…