Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Kartu Kredit Mandiri Belum Diaktivasi, OTP Sudah Masuk: Wagino Pertanyakan Keamanan Data Nasabah

Sabila JP•
Ekbis

ilustrasi. Sumber: mediakonsumen

Suarapantura.com - Kejanggalan dalam kronologi percobaan pembobolan kartu kredit membuat seorang nasabah Bank Mandiri mempertanyakan keamanan data pribadinya. Wagino, pengguna lama kartu kredit Mandiri yang memiliki tiga kartu, mengaku mengalami percobaan transaksi mencurigakan hingga tiga kali, termasuk ketika kartu pengganti disebut belum dibuka dan diaktivasi.

Peristiwa terbaru yang dikeluhkan Wagino menimbulkan pertanyaan serius. Ia menyebut kartu kredit pengganti baru dibuka pada 21 Oktober 2026. Namun, pada 17 dan 18 Oktober, ia sudah menerima permintaan kode OTP yang tidak pernah dimintanya.

Jika kronologi tersebut sesuai dengan bukti yang dimiliki nasabah, bagaimana permintaan OTP bisa muncul sebelum kartu pengganti diaktivasi? Apakah ada kemungkinan data kartu lama masih terkait dengan percobaan transaksi, atau terdapat faktor lain yang perlu ditelusuri?

Pertanyaan itu membutuhkan pemeriksaan teknis dan penjelasan resmi dari Bank Mandiri. Hingga ada hasil investigasi, belum dapat dipastikan dari mana informasi kartu tersebut diperoleh pihak yang mencoba melakukan transaksi.

Tiga Kali Mengalami Percobaan Pembobolan

Dalam pengaduannya yang dimuat Media Konsumen, Wagino menceritakan bahwa dirinya telah lama menjadi pengguna kartu kredit Bank Mandiri, termasuk kartu Visa Signature.

Menurut Wagino, kejadian pertama bermula ketika ia tiba-tiba menerima OTP, padahal merasa tidak sedang melakukan transaksi yang memerlukan kode tersebut. Ia kemudian menjalankan prosedur pengamanan dengan meminta pemblokiran permanen dan penggantian kartu.

Beberapa bulan kemudian, kartu kreditnya disebut mengalami peningkatan jenis layanan atau upgrade dan memperoleh nomor baru. Namun, menurut pengakuannya, percobaan transaksi mencurigakan kembali terjadi.

BTN dan Perumnas Jual Harapan Punya Rumah, Nabung DP Bertahun-tahun KPR Belum Tentu Disetujui!
Baca Juga · Ekbis
BTN dan Perumnas Jual Harapan Punya Rumah, Nabung DP Bertahun-tahun KPR Belum Tentu Disetujui!

Pada 10 Oktober 2026, Wagino mengaku menerima telepon dari seseorang yang mengaku berasal dari card center. Ia memilih mengabaikan panggilan tersebut karena mencurigainya sebagai upaya penipuan.

Setelah itu, ia kembali memblokir kartu melalui aplikasi Livin’ by Mandiri dan meminta kartu pengganti. Kartu baru tersebut, menurut Wagino, tiba di rumah sekitar satu minggu kemudian.

Masalah yang paling membuatnya bertanya-tanya adalah kronologi berikutnya. Wagino menyebut kartu baru dibuka dan diaktivasi pada 21 Oktober 2026, sedangkan permintaan OTP yang tidak dikenalnya telah muncul pada 17 dan 18 Oktober.

Ia juga menyertakan gambar yang menurutnya menunjukkan waktu penerimaan kartu dan notifikasi OTP tersebut.

Mengapa OTP Muncul Sebelum Kartu Diaktivasi?

Inilah pertanyaan utama yang ingin dijawab Wagino.

Menurut pengakuannya, ia jarang melakukan transaksi kartu kredit secara langsung maupun memasukkan data kartu untuk pembayaran daring. Ia menyatakan lebih sering menggunakan QRIS untuk transaksi, sehingga mempertanyakan bagaimana informasi kartu kreditnya bisa diketahui pihak lain.

Kredit Lunas, SK PNS dan Kartu Taspen Hilang, BTN Ambon Disomasi: Nasabah Minta Tanggung Jawab
Baca Juga · Ekbis
Kredit Lunas, SK PNS dan Kartu Taspen Hilang, BTN Ambon Disomasi: Nasabah Minta Tanggung Jawab

Wagino juga mengaku pihak yang menghubunginya mengetahui nama dan nomor teleponnya. Ia menduga pelaku mungkin memiliki informasi kartu lain, seperti nomor kartu, masa berlaku, atau kode keamanan CVV.

Namun, dugaan tersebut belum membuktikan bahwa seluruh data itu benar-benar telah dikuasai pihak yang mencoba melakukan transaksi. Permintaan OTP dapat muncul karena adanya upaya autentikasi, tetapi sumber data yang digunakan untuk memulai transaksi tidak bisa dipastikan hanya dari notifikasi tersebut.

Begitu pula, tanggal aktivasi kartu tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh kemungkinan teknis. Investigasi perlu memeriksa apakah OTP berkaitan dengan nomor kartu lama atau kartu pengganti, jenis transaksi yang dicoba, waktu permintaan autentikasi, serta sistem atau kanal yang digunakan.

Tanpa data tersebut, belum tepat menyimpulkan bahwa kebocoran terjadi di sistem internal Bank Mandiri, situs yang pernah digunakan nasabah, atau pihak tertentu.

Nasabah Pertanyakan Kemungkinan Kebocoran Data

Wagino mempertanyakan apakah ada kelemahan dalam sistem keamanan kartu kredit Bank Mandiri. Ia juga mempertanyakan kemungkinan keterlibatan orang dalam karena menilai informasi kartu pengganti belum semestinya diketahui pihak lain sebelum amplop dibuka.

Pertanyaan mengenai akses internal tersebut merupakan kekhawatiran nasabah, bukan bukti keterlibatan pegawai bank. Untuk memastikan sumber persoalan, diperlukan pemeriksaan jejak akses data, riwayat penerbitan dan pengiriman kartu, catatan permintaan OTP, serta informasi transaksi yang memicu autentikasi.

Kredit BTN Rp629,8 Miliar Diusut, KAMAKSI Desak Kortas Tipikor Telusuri Rantai Keputusan hingga Dirut
Baca Juga · Ekbis
Kredit BTN Rp629,8 Miliar Diusut, KAMAKSI Desak Kortas Tipikor Telusuri Rantai Keputusan hingga Dirut

Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan data, bank perlu menjelaskan bagaimana insiden dapat terjadi dan langkah apa yang diambil untuk mencegah kejadian serupa.

Di sisi lain, nasabah juga perlu memastikan bahwa tidak ada pihak yang memperoleh akses ke aplikasi perbankan, surel, perangkat, atau informasi pribadi melalui cara lain. Pemeriksaan menyeluruh dibutuhkan agar penyebab masalah tidak ditetapkan berdasarkan dugaan semata.

Bank Mandiri Perlu Menjelaskan Hasil Investigasi

Kasus yang dikeluhkan Wagino membutuhkan jawaban yang lebih spesifik daripada sekadar pemblokiran dan penggantian kartu. Pasalnya, menurut nasabah, pergantian kartu sebelumnya tidak membuat percobaan OTP berhenti.

Ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi Bank Mandiri:

  • Apakah permintaan OTP pada 17 dan 18 Oktober berkaitan dengan kartu lama atau kartu pengganti?

  • Jenis transaksi apa yang memicu permintaan autentikasi tersebut, dan apakah transaksi berhasil atau ditolak?

  • Apakah terdapat indikasi akses tidak sah terhadap data kartu atau akun nasabah?

  • Apakah sistem keamanan mendeteksi pola percobaan transaksi berulang?

  • Langkah apa yang akan dilakukan bank untuk memastikan kartu pengganti dan data nasabah tetap aman?

Penjelasan tersebut penting agar nasabah memahami apa yang sebenarnya terjadi dan apakah ada tindakan tambahan yang perlu dilakukan untuk melindungi rekening serta kartu kreditnya.

Sampai ada hasil pemeriksaan, kasus ini belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa sistem Bank Mandiri telah mengalami kebocoran data atau bahwa pegawai internal terlibat.

Namun, kronologi yang disampaikan Wagino layak diperiksa secara serius. Jika permintaan OTP memang terjadi sebelum kartu pengganti dibuka dan diaktivasi, bank perlu menelusuri asal permintaan tersebut dan memberikan penjelasan yang dapat dipahami nasabah.

Bagi Wagino, persoalannya bukan lagi sekadar mengganti kartu kredit. Ia membutuhkan jawaban tentang mengapa percobaan OTP terus berulang dan bagaimana bank memastikan informasi kartu serta data pribadinya terlindungi.

Tags:
#Bank Mandiri#OTP#Nasabah#Kebocoran Data
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…