Suarapantura.com - Lonjakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi sorotan. Ketika bawang merah menembus Rp70.000 per kilogram dan cabai rawit merah mencapai Rp124.400 per kilogram, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad justru mendapat sindiran dari pegiat media sosial Ferry Koto.
Ferry menilai sejumlah politisi, khususnya Dasco, terlalu banyak tersita perhatiannya oleh isu penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan dinamika politik di kalangan elite. Padahal, menurutnya, persoalan harga pangan yang langsung dirasakan masyarakat juga membutuhkan perhatian serius dari para wakil rakyat.
Melalui akun X pribadinya, Ferry mengunggah tangkapan layar pemberitaan CNBC Indonesia tertanggal 2 November 2026 mengenai kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Ia kemudian meminta Dasco ikut menyuarakan persoalan tersebut kepada pemerintah.
"Mungkin @bang_dasco belum tahu informasi ini, karena sibuk dengan hot isu elit tentang penyadapan," tulis Ferry, dikutip Jumat (6/11/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan sebagai wakil rakyat, terlebih Wakil Ketua DPR, semestinya diikuti keberanian menyampaikan persoalan yang membebani masyarakat.
"Wakil rakyat kan? Wakil Ketua DPR pula, coba bantu suarakan ini ke Pemerintah. Jangan klaim-klaim saja swasembada pangan, tapi di bawah rakyat tercekik dengan harga-harga yang melambung," lanjutnya.
Bawang Merah Naik 89,7 Persen
Kritik Ferry tersebut merujuk pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia. Pada Senin (2/11/2026), harga bawang merah di tingkat pedagang eceran secara nasional tercatat mencapai Rp70.000 per kilogram atau meningkat 89,7 persen.
Bukan hanya bawang merah. Sejumlah komoditas lain juga mencatat kenaikan harga yang cukup tajam. Bawang putih, misalnya, mencapai Rp63.150 per kilogram setelah meningkat 63,39 persen.
Sementara itu, cabai rawit merah mencapai Rp124.400 per kilogram. Cabai merah keriting berada di angka Rp101.900 per kilogram, sedangkan cabai merah besar mencapai Rp91.250 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas beras. Beras kualitas medium I tercatat Rp22.300 per kilogram, sementara beras kualitas super I mencapai Rp23.200 per kilogram.
Untuk kebutuhan rumah tangga lainnya, minyak goreng curah berada di angka Rp25.650 per liter. Adapun telur ayam ras segar tercatat Rp39.400 per kilogram.
Harga Pangan Jadi Pekerjaan Rumah Pemerintah
Deretan angka tersebut memperlihatkan tekanan harga yang tidak hanya terjadi pada satu jenis bahan pangan. Kenaikan menyentuh berbagai komoditas yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, terutama dalam menjaga pasokan, kelancaran distribusi, serta keterjangkauan harga di pasar.
Kritik Ferry sekaligus mengingatkan DPR agar tidak hanya terseret dalam hiruk-pikuk persoalan politik elite. Pengawasan terhadap kebijakan pemerintah, termasuk urusan pangan dan daya beli masyarakat, merupakan bagian penting dari fungsi lembaga legislatif.
Data PIHPS tersebut merupakan catatan harga di tingkat pedagang eceran secara nasional pada 2 November 2026. Harga di masing-masing daerah dan pasar dapat berbeda.
Di tengah klaim keberhasilan swasembada pangan, masyarakat tentu membutuhkan bukti yang dapat dirasakan langsung: pasokan yang terjaga dan harga kebutuhan pokok yang terjangkau.