Suarapantura.com - Kasus dugaan korupsi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) di BTN Karawang yang tengah disidik Kejaksaan Negeri Karawang memicu gelombang komentar tajam dari warganet.
Melalui unggahan akun TikTok Karawangbekasiekspres, netizen ramai membongkar berbagai persoalan yang mereka alami selama berurusan dengan BTN, mulai dari sertifikat tak terbit hingga pembangunan rumah yang mangkrak.
Unggahan tersebut langsung diserbu lebih dari 845 komentar, memperlihatkan besarnya keresahan publik.
Banyak pengguna TikTok mengaku khawatir dengan dampak kasus ini terhadap status sertifikat rumah mereka.
Seorang netizen, Saaman Cahyadi, langsung mempertanyakan apakah kasus korupsi tersebut akan berdampak pada nasabah BTN Karawang.
Pengguna lain, Baby H, mengaku sudah lama melunasi rumahnya di Emerald Galuhmas, namun sertifikat belum pernah diberikan. Keluhan serupa disampaikan akun afriani_ardelia22 yang merasa dipersulit saat mengurus sertifikat meski sudah lunas.

Pemilik Rumah di Citra Swarna Grande dan Kartika Residence Resah
Dua perumahan yang disebut dalam kasus ini—Citra Swarna Grande dan Kartika Residence—menjadi pusat kekhawatiran netizen.
“Aduh rumah ku di Citra Swarna Grande,” tulis salah satu pengguna.
“Waduh rumah gw Kartika Residence gimana ini,” tambah lainnya.
Beberapa warganet mengaku pernah merasa janggal saat proses pembelian rumah, bahkan ada yang bersyukur batal membeli unit di lokasi tersebut.
Sejumlah komentar menyebutkan masalah yang sudah berlangsung lama, termasuk pembangunan rumah yang tak selesai.
Akun Dian Oktaviani, yang mengaku mantan tim marketing, menyebut bangunan di kedua proyek perumahan itu kerap terhenti dan tak kunjung selesai.
Komentar lain menyinggung adanya dugaan over kredit, pinjam nama, hingga penagihan yang tetap muncul meski angsuran berjalan lancar.
Keluhan Muncul dari Cabang Lain
Diskusi makin meluas ketika beberapa warganet mengaku mengalami persoalan serupa di cabang BTN lain. Seorang pengguna dari Bekasi mengeluhkan KPR yang sudah lunas sejak 2025, namun sertifikat tak kunjung diterima.
Netizen lainnya mempertanyakan alasan hanya BTN Karawang yang disorot, sementara dugaan masalah layanan juga terjadi di daerah lain.