Suarapantura.com - Kasus dugaan peretasan layanan mobile banking milik nasabah Bank Central Asia (BCA) di Kota Tasikmalaya kini menjadi perhatian publik.
Seorang nasabah bernama Endang Abdul Komarudin dilaporkan kehilangan dana hingga Rp159,5 juta setelah diduga menjadi korban kejahatan digital bermodus rekayasa sosial atau social engineering.
Perkara tersebut bahkan telah dibahas dalam audiensi di ruang Badan Anggaran DPRD Kota Tasikmalaya pada Kamis (21/5/2026). Pertemuan itu melibatkan Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, organisasi masyarakat Gibas Resort Kota Tasikmalaya sebagai pendamping korban, serta perwakilan dari pihak BCA.
Kasus ini sebelumnya telah dilaporkan ke Polres Tasikmalaya Kota dengan nomor laporan STP/219/IV/2026/SAT RESKRIM.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam audiensi, peristiwa bermula ketika korban menerima telepon dan video call dari seseorang yang mengaku sebagai petugas kecamatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Tasikmalaya.
Pelaku kemudian mengarahkan korban melakukan proses verifikasi melalui aplikasi BCA Mobile. Dalam proses tersebut, korban diminta memasukkan PIN hingga data rekening pribadi.
Tak lama setelah itu, akses mobile banking milik korban mendadak terkunci. Saat menghubungi layanan Halo BCA, korban justru mengetahui saldo rekeningnya telah berkurang drastis akibat sejumlah transaksi yang tidak dikenalnya.
"Korban tidak merasa melakukan transaksi apa pun, tetapi saldo di rekeningnya berkurang hingga hampir Rp160 juta. Beruntung korban cepat melapor sehingga rekening segera diblokir dan tidak seluruh dana terkuras," ujar Ketua Gibas Resort Kota Tasikmalaya, Agus Ridwan, dalam audiensi tersebut.
Dalam forum tersebut, pihak korban meminta BCA ikut bertanggung jawab atas hilangnya dana nasabah yang diduga terjadi melalui akses mobile banking.
Namun, perwakilan BCA membantah adanya kebocoran sistem internal maupun keterlibatan orang dalam dalam kasus tersebut.
Pihak bank menyebut hasil investigasi sementara menunjukkan transaksi dilakukan melalui akses pihak luar yang menggunakan data pribadi nasabah.
"Dari hasil penelusuran sementara, tidak ada indikasi keterlibatan internal. Dugaan sementara mengarah pada akses pihak luar melalui aplikasi mobile banking milik nasabah," jelas perwakilan BCA di hadapan forum.