Suarapantura.com - Deskripsi Singkat:
Nama Lodewyk Pusung menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berikut profil lengkap mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional tersebut, mulai dari karier militer hingga catatan kasus yang menjeratnya.
Biodata Singkat
Nama Lengkap: Lodewyk Pusung
Tempat Lahir: Manado, Sulawesi Utara
Tanggal Lahir: 27 September 1960
Usia: 65 tahun (2026)
Pangkat Terakhir: Letnan Jenderal (Purnawirawan TNI AD)
Korps: Infanteri
Almamater: Akademi Militer (Akmil) 1985
Jabatan Terakhir: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
Karier Militer
Lodewyk Pusung merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki rekam jejak panjang di dunia militer. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1985 dan meniti karier di kecabangan infanteri. Sepanjang kariernya, ia mengikuti berbagai pendidikan militer strategis seperti Seskoad, Sesko TNI, dan Lemhannas.
Selama aktif bertugas, Lodewyk pernah ditempatkan di sejumlah daerah operasi seperti Papua, Aceh, dan Timor Timur. Ia juga mengemban berbagai penugasan luar negeri yang memperkuat reputasinya sebagai perwira lapangan dan staf.
Jabatan-Jabatan Strategis
Karier Lodewyk terbilang moncer di lingkungan TNI. Sejumlah posisi penting yang pernah diembannya antara lain:
Pangdam I/Bukit Barisan (2015-2017)
Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad
Kasdam VI/Mulawarman
Asisten Operasi Panglima TNI (Asops Panglima TNI)
Staf Ahli Bidang LMDH Kementerian Pertahanan/Kementerian terkait pasca pensiun
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (2024-2026)
Jabatan Asops Panglima TNI menjadi salah satu posisi paling prestisius yang pernah dipegangnya karena berhubungan langsung dengan operasi militer tingkat nasional.
Masuk ke Badan Gizi Nasional
Pada Oktober 2024, Lodewyk dipercaya Presiden Prabowo Subianto menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, lembaga yang mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan.
Di BGN, ia bertugas membantu pengembangan organisasi, hubungan kelembagaan, serta pengawasan pelaksanaan program MBG yang memiliki anggaran ratusan triliun rupiah dalam jangka panjang.
Dicopot dari Jabatan
Pada awal Juni 2026, Presiden melakukan perombakan pimpinan Badan Gizi Nasional. Lodewyk bersama Kepala BGN Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dicopot dari jabatannya.
Pergantian tersebut terjadi di tengah sorotan publik terhadap berbagai polemik pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis.
Terseret Kasus Korupsi MBG
Nama Lodewyk Pusung semakin menjadi perhatian setelah Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis periode 2025-2026.
Dalam perkara tersebut, Kejagung juga menetapkan:
Dadan Hindayana
Sony Sonjaya
sebagai tersangka.
Penyidik menduga terjadi penyimpangan dalam pengelolaan program MBG, termasuk penunjukan yayasan yang terafiliasi dengan petinggi BGN sebagai pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain itu, Kejagung juga menemukan dugaan mark up sejumlah pengadaan barang yang tidak mendukung operasional program secara langsung, seperti:
Pengadaan tersebut diduga menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar.
Catatan Kontroversi
Sebelum kasus korupsi mencuat, Badan Gizi Nasional juga sempat menjadi sorotan terkait sejumlah kebijakan pengadaan barang yang dinilai tidak relevan dengan tujuan utama program MBG. Polemik mengenai pembelian motor listrik dan perangkat elektronik menjadi salah satu isu yang ramai diperbincangkan publik.
Meski demikian, hingga kini proses hukum masih berjalan dan seluruh tersangka tetap memiliki hak untuk membela diri sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Penghargaan dan Tanda Jasa
Selama berkarier di militer, Lodewyk menerima berbagai penghargaan negara, antara lain:
Satyalancana Kesetiaan XXXII Tahun
Satyalancana Wira Nusa
Satyalancana Wira Dharma
Satyalancana Kebaktian Sosial
Bintang Yudha Dharma Nararya
Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
Bintang Yudha Dharma Pratama
serta sejumlah tanda jasa lainnya.
Kesimpulan
Lodewyk Pusung merupakan purnawirawan Letjen TNI dengan karier militer panjang dan sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI. Namun perjalanan kariernya di sektor sipil berakhir kontroversial setelah namanya terseret kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis yang kini tengah diusut Kejaksaan Agung. Hingga saat ini proses hukum masih berlangsung dan perkembangan kasusnya terus menjadi perhatian publik.