Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

ATM BNI Dibobol Pakai Las, Hampir Rp400 Juta Raib: CCTV Diduga Dibungkam

Sabila JP•
Hukrim

Anjungan Tunai Mandiri ( ATM) milik salah satu bank pemerintah, BNI di Madidir Unet dibobol maling

Suarapantura.com - Hampir Rp400 juta uang tunai diduga digasak dari mesin ATM BNI di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Pelaku disebut menyemprot kamera CCTV dengan cat sebelum membongkar bagian penyimpanan uang menggunakan alat las. Aksi yang berlangsung hanya beberapa jam setelah mesin diisi ulang itu memunculkan pertanyaan serius tentang keamanan fisik ATM dan sistem pengawasannya.

Aksi pembobolan ATM milik Bank Negara Indonesia (BNI) di kompleks Apotek Kimia Farma, Kelurahan Madidir Unet, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, terjadi pada Kamis dini hari, 8 Oktober 2026.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, mesin ATM tersebut baru diisi uang pada Rabu malam sekitar pukul 23.00 Wita. Namun, sekitar pukul 03.00 Wita, uang di dalam mesin diduga telah dikuras pelaku. Kerugian sementara diperkirakan mendekati Rp400 juta.

Rentang waktu yang singkat itu menjadi salah satu titik penting dalam penyelidikan. Mesin baru diisi ulang, tetapi beberapa jam kemudian justru menjadi sasaran pembobolan.

Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Ahmad Ari membenarkan kejadian tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengerahkan tim operasional untuk memburu pelaku.

“Kami langsung turun lapangan untuk identifikasi dan mendapat perhatian penuh Pak Kapolres. Saat ini saya bersama tim Opsnal berada di lapangan,” ujarnya.

CCTV Diduga Disemprot Cat, Mesin Dibobol dengan Las

Informasi awal menyebutkan seorang pelaku berpenutup wajah mendatangi lokasi. Kamera pengawas diduga disemprot cat sehingga aktivitas pembobolan tidak terekam dengan jelas.

Eks AO Bank Lampung Diburu Kejaksaan! KUR Rp2,99 Miliar Diduga Dikuras Lewat Debitur Fiktif
Baca Juga · Hukrim
Eks AO Bank Lampung Diburu Kejaksaan! KUR Rp2,99 Miliar Diduga Dikuras Lewat Debitur Fiktif

Pelaku juga diduga menggunakan peralatan las untuk membuka bagian penyimpanan uang berbahan baja. Cara pembobolan yang disebut cukup presisi itu kini menjadi bagian dari pendalaman polisi.

Jika dugaan tersebut terbukti, penyidik perlu menelusuri bagaimana pelaku dapat mendekati mesin, mengganggu kamera pengawas, lalu membongkar tempat penyimpanan uang tanpa segera menghentikan aksinya.

Apakah pelaku bekerja sendiri? Apakah ada orang lain yang membantu memantau situasi? Apakah lokasi telah diamati sebelum pembobolan? Semua kemungkinan itu masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan saksi, rekaman yang tersisa, dan barang bukti di lokasi.

Yang membuat kasus ini mengundang perhatian bukan hanya besarnya uang yang hilang, tetapi juga dugaan bahwa perangkat pengawasan berhasil dilumpuhkan sebelum mesin dibobol.

Keamanan ATM BNI Ikut Jadi Sorotan

Pembobolan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai lapisan pengamanan di lokasi ATM. Kamera pengawas, pemantauan kondisi mesin, pemeriksaan fisik, hingga respons ketika terjadi gangguan merupakan bagian penting dari perlindungan fasilitas transaksi tunai.

Namun, belum ada informasi yang cukup untuk menyimpulkan bahwa sistem keamanan BNI secara keseluruhan gagal. Penyidik masih perlu memastikan kronologi, cara pelaku masuk dan bekerja, serta apakah ada kelemahan tertentu yang dimanfaatkan.

KPK Geledah Djarum dan Bea Cukai Kudus, Dugaan Uang Pelicin Pita Rokok Dibongkar!
Baca Juga · Hukrim
KPK Geledah Djarum dan Bea Cukai Kudus, Dugaan Uang Pelicin Pita Rokok Dibongkar!

Yang patut dijelaskan adalah bagaimana mesin ATM di lokasi tersebut dapat dibobol, apakah sistem pemantauan mendeteksi gangguan, dan langkah apa yang dilakukan setelah kejadian untuk mencegah insiden serupa.

Pertanyaan itu relevan karena ATM merupakan salah satu akses utama masyarakat untuk mengambil uang. Keamanan mesin dan lokasi penempatannya menjadi bagian dari kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan.

Dugaan Kaitan dengan Kasus Lain Masih Harus Dibuktikan

Kasus Bitung juga mendapat perhatian karena sebelumnya dilaporkan terjadi pembobolan ATM di wilayah Manado, dengan mesin ATM Bank SulutGo dan BCA disebut menjadi sasaran.

Meski demikian, kemiripan jenis kejahatan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh kejadian dilakukan oleh pelaku atau jaringan yang sama. Polisi masih harus menguji kemungkinan keterkaitan tersebut berdasarkan bukti dan pola operasional.

Penyelidikan juga perlu memastikan jumlah pelaku, identitas mereka, serta ke mana uang yang diduga dicuri dibawa.

Hingga informasi awal ini dihimpun, belum ada keterangan mengenai penangkapan pelaku maupun hasil akhir penghitungan kerugian. Karena itu, nilai hampir Rp400 juta masih harus diperlakukan sebagai perkiraan sementara.

Terdakwa Korupsi Tabungan BTN Minta Keringanan, Uang Nasabah OKI Sudah Kembali?
Baca Juga · Hukrim
Terdakwa Korupsi Tabungan BTN Minta Keringanan, Uang Nasabah OKI Sudah Kembali?

Bukan Sekadar Memburu Pelaku

Penangkapan pelaku menjadi pekerjaan utama polisi. Namun, pengungkapan kasus ini juga perlu menjawab bagaimana pembobolan berlangsung dan apakah terdapat celah keamanan yang harus segera diperbaiki.

BNI perlu memastikan pemeriksaan terhadap mesin dan sistem pengawasan di lokasi berjalan menyeluruh, sementara aparat menelusuri bukti untuk mengungkap pelaku serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Hampir Rp400 juta yang diduga raib dalam satu malam menjadi alarm bahwa keamanan ATM tidak cukup hanya mengandalkan kamera yang terpasang. Keandalan pengawasan, prosedur pemeriksaan, dan kecepatan mendeteksi gangguan juga perlu diuji.

Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi sebelum kejadian agar memberikan informasi kepada aparat.

Kini publik menunggu dua jawaban: siapa yang membobol ATM tersebut, dan bagaimana aksi yang diduga dilakukan dengan melumpuhkan CCTV itu bisa berlangsung tanpa segera dihentikan?

Tags:
#ATM BNI#Pembobolan#Nasabah#CCTV
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…