Suarapantura.com - Sebanyak 167 warga Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi es buah. Data sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang mencatat puluhan korban harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, sementara sebagian lainnya ditangani di puskesmas dan posko darurat.
Minuman yang diduga menjadi sumber keracunan tersebut berupa es campur yang dipesan sekitar 300 porsi untuk kegiatan rapat guru pada Selasa (13/10/2026). Minuman itu dikonsumsi saat kegiatan berlangsung, dan sebagian pesanan dibawa pulang sehingga diduga turut dikonsumsi anggota keluarga di rumah.
Keluhan mulai muncul beberapa jam setelah minuman dikonsumsi. Polisi menyebutkan efeknya bisa terasa 8 hingga 10 jam kemudian, sehingga sebagian korban baru merasakan gejala pada malam hingga dini hari. Kondisi itu membuat jumlah korban yang terdata terus bertambah, karena satu porsi minuman berpotensi dikonsumsi lebih dari satu orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr Lies Pramudiyanti, menyampaikan bahwa data yang dihimpun dari puskesmas mencatat 167 orang terdampak, dengan 34 orang dirujuk. Namun jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit lebih banyak karena sebagian warga datang langsung ke rumah sakit tanpa melalui puskesmas, sehingga total pasien di tiga rumah sakit mencapai 98 orang.
Gejala yang paling banyak dialami korban adalah muntah dan diare. Tenaga medis pun memprioritaskan penanganan dehidrasi, karena banyak pasien datang dalam kondisi lemas dan membutuhkan pertolongan segera. Dinas Kesehatan telah mengambil sampel untuk dikirim ke laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kejadian ini.
Di RSUD Merah Putih, pasien dengan dugaan intoksikasi mulai berdatangan pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga pukul 15.07 WIB, tercatat 37 pasien yang terdiri atas 12 anak, 2 ibu hamil, dan 23 orang dewasa. Satu pasien diperbolehkan pulang, 29 pasien menjalani observasi, dan 8 pasien harus menjalani rawat inap. Tingginya jumlah pasien membuat Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut kelebihan beban, sehingga sebagian pasien diarahkan ke RSUD Muntilan dan RS Bukit Menoreh Salam.
Pasien juga ditangani di RSUD Salaman dan RSUD Muntilan. Data RSUD Salaman per pukul 14.14 WIB mencatat 15 pasien masuk IGD, terdiri atas 2 anak, 1 ibu hamil, dan 12 pasien dewasa. Sementara itu, data RSUD Muntilan per pukul 15.27 WIB mencatat 7 pasien masuk IGD, terdiri atas 3 anak dan 4 pasien dewasa.
Pemerintah Kabupaten Magelang membuka posko darurat di Puskesmas Kajoran 1 dan Puskesmas Kajoran 2 yang melayani masyarakat selama 24 jam. Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menegaskan seluruh rumah sakit umum daerah di Kabupaten Magelang siap melayani masyarakat yang diduga keracunan secara gratis, termasuk rawat jalan, dan biayanya ditanggung pemerintah daerah.
Polresta Magelang menyelidiki kejadian tersebut setelah menerima laporan dari Puskesmas Kajoran sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas identifikasi dan personel Pamapta mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengamankan sampel minuman untuk pemeriksaan laboratorium bersama puskesmas. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk penjual minuman yang disebut turut mencicipi dagangannya dan ikut mengalami sakit.
Penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lebih lanjut. Polisi menegaskan kasus ini bukan berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Masyarakat yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi minuman yang diduga berkaitan dengan kejadian ini diimbau segera mencari pertolongan medis di puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Sumber: Tribunnews, BorobudurNews, BSI News.