Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Nikah Massal 500 Santri Digelar di Masjid Agung Jateng 21 Oktober 2026

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: Barisan.co

Suarapantura.com - Pengurus Wilayah Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah menyiapkan pernikahan massal bagi 500 santri melalui program bertajuk Pak Yai Bu Nyai Mantu 500 Santri.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, pada Rabu, 21 Oktober 2026, atau sehari sebelum peringatan Hari Santri Nasional. Selain memfasilitasi pernikahan, program ini dirancang sebagai sarana edukasi keluarga bagi para santri.

Persiapan kegiatan dibahas dalam rapat koordinasi dan finalisasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) di Auditorium Majeng Kanwil Kemenag Jawa Tengah pada Kamis, 15 Oktober 2026. Rapat itu dihadiri perwakilan Bimas Islam Kementerian Agama RI, Ketua RMINU Jawa Tengah, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Tengah, dan pengelola MAJT, serta kepala kantor Kemenag dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Semarang Raya. Sejumlah perwakilan Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga turut hadir.

Jelang Musim Hujan, BPBD Solo Gelar Simulasi Banjir di Mojo dan Semanggi
Baca Juga · Jateng Pantura
Jelang Musim Hujan, BPBD Solo Gelar Simulasi Banjir di Mojo dan Semanggi

Mewakili Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Kepala Bagian Tata Usaha Hidayat Maskur menekankan bahwa program tersebut harus menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai pelaksanaan pernikahan yang sesuai ketentuan agama, mulai dari proses akad nikah hingga penerapan adat yang selaras dengan syariat Islam. "Bimas Islam Mantu ini bukan sekadar ritual pernikahan biasa yang bisa kita saksikan setiap tahunnya. Namun, harus menjadi pelajaran penting bagi kita semua, mulai dari proses akad hingga ajaran-ajaran yang menyertainya harus benar," ujarnya.

Menurut Hidayat, pemahaman mengenai pernikahan perlu diberikan secara utuh agar masyarakat tidak hanya memahami prosesi akad, tetapi juga tanggung jawab yang menyertai kehidupan rumah tangga. Ia menyebut kolaborasi Kanwil Kemenag, Bimas Islam, dan RMINU diharapkan dapat menyukseskan kegiatan tersebut.

Baca Juga · Jateng Pantura
Massa Datangi Rumah Jokowi di Solo, Desak Gibran Mundur dari Kursi Wapres

Ketua RMINU Jawa Tengah KH Ahmad Fadlullah Turmudzi menjelaskan, gagasan pernikahan massal itu berawal dari pengembangan program Sambang Pesantren yang rutin digelar setiap bulan di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Pada tahap awal, program dirancang untuk memfasilitasi sekitar 50 hingga 100 pasangan dari lingkungan pesantren. Namun, setelah dibahas bersama Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, target peserta diperluas menjadi 500 santri.

"Awalnya kami hanya membuka kuota 50 dan 100. Pak Dirjen Bimas Islam menyampaikan bahwa jumlah tersebut terlalu sedikit," ujar Ahmad Fadlullah. Sasaran kegiatan ini mencakup para guru di lingkungan pesantren dan keluarga besar pesantren yang telah siap menikah.

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Dipastikan Tetap Digelar 31 Oktober
Baca Juga · Jateng Pantura
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Dipastikan Tetap Digelar 31 Oktober

Melalui program ini, penyelenggara berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga besar pesantren, terutama dalam memfasilitasi pernikahan serta meningkatkan pemahaman calon pengantin mengenai kesiapan, tanggung jawab, dan nilai-nilai agama dalam membangun rumah tangga.

Sumber: Barisan.co, BSI News.

Tags:
#jawa tengah#nikah massal#santri#hari santri#semarang#kemenag
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…