Suarapantura.com - Ribuan santri dan jemaah memadati kawasan Jalan Pancasila, Kota Tegal, Rabu (21/10/2026) malam, untuk mengikuti acara Jawa Tengah Bersholawat dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah. Acara berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan.
Bacaan selawat dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Habib Ali Zainal Abidin Asegaf bersama Majelis Azzahir dari Pekalongan. Ribuan jemaah yang hadir larut dalam lantunan selawat serta doa untuk kebaikan para santri dan bangsa Indonesia.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah ulama, di antaranya KH Muhammad Yusuf Chudori atau Gus Yusuf, pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang, serta KH Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar, pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri. Para ulama duduk bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, unsur Forkopimda, dan sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota.
Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga Kota Tegal dan sekitarnya yang hadir berselawat bersama. Menurutnya, peringatan Hari Santri mengandung makna mendalam tentang sejarah perjuangan yang digelorakan Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari melawan penjajah.
"Hari ini, resolusi jihad kita adalah memerangi kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat Jawa Tengah," kata Luthfi di hadapan ribuan jemaah. Ia menegaskan bahwa semangat jihad para santri dan ulama di masa lalu perlu diteruskan sesuai tantangan zaman.
Luthfi juga menyebut Jawa Tengah memiliki ribuan pondok pesantren dengan ratusan ribu santri yang menjadi modal sosial besar. Potensi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu berkontribusi di berbagai bidang pembangunan.
Untuk memperkuat peran santri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggulirkan program Pesantren Obah, di antaranya berupa beasiswa pendidikan bagi santri dan pengasuh pesantren hingga jenjang magister, termasuk ke luar negeri, serta berbagai bentuk dukungan bagi pondok pesantren.
Sementara itu, Gus Yusuf menegaskan bahwa peringatan Hari Santri tidak boleh berhenti pada seremonial semata. Ia mengajak para santri memaknai Hari Santri lebih dalam untuk meneruskan tugas para ulama, yakni menjaga keselamatan umat dan bangsa.
Pada kesempatan yang sama, Gus Kautsar mengingatkan pentingnya peran santri di tengah masyarakat. Menurutnya, santri harus selalu siap menjadi solusi bagi siapa pun yang sedang terpuruk, karena santri seharusnya paling memahami cara untuk bangkit dan berjuang ketika jatuh.
Salah seorang santri asal Balamoa, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, mengaku senang bisa hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menyebut suasana sangat meriah dan menjadi kesempatan untuk mendapatkan berkah selawat sekaligus nasihat dari para ulama.
Acara Jateng Bersholawat menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Jawa Tengah. Peringatan Hari Santri diperingati setiap 22 Oktober, merujuk pada Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945.
Informasi dalam artikel ini dihimpun dari jatengprov.go.id (Diskomdigi Jawa Tengah), BahteraJateng, dan Zonasi.id.