Suarapantura.com - Polda Jawa Tengah bersama Polrestabes Semarang menyiapkan 2.866 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa yang mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (22/10/2026).
Ribuan personel tersebut terdiri dari 770 anggota Polrestabes Semarang, 1.942 personel bantuan kendali operasi (BKO) Polda Jawa Tengah, serta 154 personel dari instansi terkait. Unsur gabungan itu meliputi TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Kesehatan.
Kesiapan pengamanan dibahas dalam rapat yang dipimpin Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan di Mapolrestabes Semarang, Rabu (21/10/2026) malam. Rapat dihadiri pejabat utama Polda Jateng, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Erlin Tang Jaya, serta jajaran pejabat utama Polrestabes Semarang.
Dalam rapat itu, Polrestabes Semarang memaparkan rencana pengamanan, mulai dari pola penempatan personel hingga langkah antisipasi berbagai kemungkinan situasi di lapangan. Jajaran kepolisian juga menggelar simulasi tactical floor game (TFG) untuk mematangkan koordinasi dan menyamakan pemahaman seluruh personel sebelum diterjunkan.
Kapolda menekankan agar seluruh personel bertindak persuasif, humanis, dan berwibawa. Ia mengingatkan anggotanya agar menghindari sikap arogan maupun ucapan yang berpotensi memicu konflik dengan peserta aksi.
"Kami ingin kegiatan adik-adik mahasiswa berlangsung kondusif. Kami sudah berkoordinasi terkait aksi yang akan mereka lakukan dan akan mengawal sampai selesai," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Erlin Tang Jaya.
Guna mendukung kelancaran aksi sekaligus aktivitas masyarakat, polisi melakukan rekayasa lalu lintas sejak pagi di sejumlah titik, antara lain kawasan DPRD, Kantor Gubernur Jawa Tengah, dan Simpang Lima. Pengguna jalan diminta mengikuti arahan petugas dan menyesuaikan rute perjalanan apabila melintasi kawasan terdampak.
Erlin menjelaskan pola pengamanan dilakukan secara terbuka dengan fokus mengawal para mahasiswa menyampaikan aspirasi. Pengawalan dilakukan hingga kegiatan berakhir pada sore hari.
Sumber: Radio Idola Semarang, Peristiwa Solo.