Suarapantura.com - Jalan Unta Raya di Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, mengalami kerusakan hanya beberapa hari setelah dilakukan pengaspalan ulang. Permukaan aspal yang sempat mulus terlihat tergerus dan tidak rata setelah dilintasi alat berat jenis beko, sehingga menjadi sorotan warganet di media sosial.
Video yang memperlihatkan kondisi jalan tersebut beredar luas di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @infosemarangduaempatjam. Dalam unggahan itu dinarasikan bahwa permukaan Jalan Unta Raya yang belum lama diaspal menggunakan aspal hotmix dan sempat terlihat mulus kini rusak setelah dilalui alat berat.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo menduga kerusakan itu dipicu miskordinasi antarbidang di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang. Menurut politisi yang akrab disapa Bowo itu, Bidang Bina Marga yang mengerjakan pengaspalan tidak berkoordinasi dengan Bidang Sumber Daya Air (SDA) yang menggunakan alat berat untuk pekerjaan pembersihan saluran.
"Jadi itu karena miskordinasi saja di antara mereka (DPU). Harusnya jangan sampai terjadi," ujar Bowo, Rabu (21/10/2026). Ia menilai kejadian tersebut harus menjadi pelajaran agar koordinasi antarbidang di DPU diperkuat, sehingga pekerjaan satu bidang tidak merusak hasil pekerjaan bidang lainnya.
Bowo juga menduga kondisi aspal yang belum cukup matang turut memperparah kerusakan. Menurut dia, gesekan roda alat berat pada permukaan aspal yang belum matang membuat aspal tergerus dan tidak lagi rata. Meski demikian, ia memastikan jalan tersebut masih dapat dilalui masyarakat.
Sebagai anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat, Bowo mengaku telah mengecek langsung lokasi untuk memastikan persoalan tersebut ditindaklanjuti. Ia meminta DPU segera memperbaiki bagian jalan yang rusak. Ruas jalan yang baru diaspal itu membentang dari akses masuk Banjir Kanal Timur ke arah utara, melewati kawasan PLN, hingga mendekati terowongan Jembatan Jolotundo yang baru.
Di sisi lain, warga sekitar menyayangkan kejadian tersebut. Maulida (38), warga setempat, mengatakan kerusakan mulai terlihat pada Senin (19/10) siang, padahal pengaspalan jalan belum genap sepekan. Bekas roda alat berat disebut membentang hampir 100 meter di bawah flyover Jalan Unta Raya.
Sementara itu, Kepala DPU Kota Semarang Suwarto membenarkan bahwa Jalan Unta Raya merupakan ruas jalan milik Pemerintah Kota Semarang dan memastikan perbaikan segera dilakukan. Menurut Suwarto, alat berat tersebut digunakan untuk pekerjaan overlay aspal jalan di lokasi tersebut.
Sumber: Espos.id, Detikcom via Media Kompeten.