Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

BMKG: Mayoritas Jateng Waspada Kekeringan Akhir Oktober 2026

M teguh•
Jateng Pantura

Ilustrasi kekeringan: Espos.id/Freepik

Suarapantura.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sejumlah daerah di Jawa Tengah masih berstatus Waspada kekeringan meteorologis pada dasarian ketiga Oktober 2026, yakni periode 21 hingga 31 Oktober 2026. Kabar baiknya, tidak ada lagi kabupaten atau kota di Jateng yang berstatus Siaga maupun Awas pada periode tersebut.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, mengatakan status peringatan dini tertinggi pada periode tersebut berada di level Waspada. "Status tertinggi adalah Waspada, selebihnya tidak ada peringatan," ujarnya seperti dikutip dari Antara di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (22/10/2026).

Wilayah yang masuk dalam peta Waspada meliputi Kota Tegal, Kota Pekalongan, dan Kota Semarang, serta Kabupaten Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Temanggung, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Grobogan, Blora, Boyolali, Klaten, Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri.

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Dipastikan Tetap Digelar 31 Oktober
Baca Juga · Jateng Pantura
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Dipastikan Tetap Digelar 31 Oktober

Berdasarkan analisis curah hujan dasarian kedua Oktober 2026 atau periode 11-20 Oktober, seluruh wilayah Jawa Tengah mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0-50 milimeter per dasarian.

Pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga 20 Oktober 2026 menunjukkan kekeringan ekstrem dengan periode tanpa hujan lebih dari 60 hari tersebar di hampir seluruh wilayah Jawa Tengah. Kategori sangat panjang mendominasi wilayah bagian selatan, sedangkan kategori panjang 21-30 hari terpantau di sejumlah titik wilayah timur dan Kabupaten Brebes.

Baca Juga · Jateng Pantura
Kabur ke Hutan, Dua Terduga Pengedar Obat Keras Ditangkap di Purbalingga

Rekor HTH terpanjang di Jateng terdeteksi di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, yang mencapai 172 hari tanpa hujan. Disusul Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, selama 170 hari, serta Kecamatan Juwiring di Kabupaten Klaten dan Kecamatan Selogiri di Kabupaten Wonogiri yang masing-masing mencatat 157 hari tanpa hujan.

Goeroeh menambahkan, hujan masih tercatat hingga pembaruan terakhir pada 20 Oktober 2026 di Kabupaten Banyumas.

Jaga Integritas APBD 2027, Sekda Jateng Ingatkan Anggaran Bukan Hak Pribadi
Baca Juga · Jateng Pantura
Jaga Integritas APBD 2027, Sekda Jateng Ingatkan Anggaran Bukan Hak Pribadi

Terkait prediksi curah hujan, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih berpeluang mengalami curah hujan rendah pada dasarian ketiga Oktober 2026. Pengecualian terdapat di sekitar Pegunungan Slamet hingga Dieng dan sekitarnya yang berpeluang mengalami curah hujan kategori menengah, yakni 51-150 milimeter per dasarian.

Memasuki dasarian pertama dan kedua November, sebagian besar wilayah Jawa Tengah diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah. Bahkan sejumlah wilayah, termasuk bagian utara Banyumas dan Purbalingga serta bagian selatan Batang, berpeluang mengalami curah hujan tinggi sebesar 151-200 milimeter per dasarian.

Pada dasarian ketiga November, peluang curah hujan tinggi sebesar 151-300 milimeter per dasarian diprakirakan meluas ke sebagian besar Purbalingga, Banjarnegara, bagian utara Banyumas, serta sejumlah wilayah lainnya. Prediksi probabilistik juga menunjukkan hampir seluruh wilayah Jawa Tengah berpeluang mengalami curah hujan kurang dari 50 milimeter pada dasarian ketiga Oktober 2026.

Sumber: Espos.id dan ValidNews

Tags:
#jawa tengah#bmkg#kekeringan#hari tanpa hujan#waspada
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…