Suarapantura.com - Pemerintah Kota Magelang menyiapkan penutupan sementara sejumlah ruas jalan di pusat kota untuk menyambut Magelang Ethno Carnival (MEC) 2026. Karnaval ini menjadi penutup rangkaian Magelang Flower Festival (MFF) 2026 dan dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 November 2026.
MEC 2026 mengusung tema Semarak Pesona Ethno Flora Magelang, Merajut Harmoni Nusantara. Tema tersebut memadukan unsur etnik, keindahan bunga, dan keberagaman tradisi Nusantara dalam satu parade yang melintasi kawasan pusat Kota Magelang.
Berdasarkan informasi resmi kegiatan, karnaval akan berlangsung pada pagi hingga siang hari. Rombongan peserta dijadwalkan memulai perjalanan dari kawasan Jalan A Yani, kemudian melintasi sisi timur Alun-alun Kota Magelang dan sepanjang Jalan Pemuda, sebelum berakhir di kawasan Tugu Adipura.
Untuk menjaga kelancaran parade, Dinas Perhubungan Kota Magelang menyiapkan penutupan lalu lintas di sepuluh ruas jalan. Ruas yang terdampak meliputi Jalan A Yani, Jalan Alun-alun Utara, Jalan Alun-alun Selatan, Jalan Sigaluh, Jalan Sriwijaya, Jalan Kalingga, Jalan Pajang, Jalan Pajajaran, Jalan Daha, dan Jalan Pemuda.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang, M Yunus, menjelaskan bahwa penutupan dimulai dari kawasan Corps Polisi Militer (CPM) di Jalan A Yani. Penutupan tersebut diberlakukan mulai pukul 07.00 WIB pada hari pelaksanaan, sedangkan penutupan di Simpang Kebonpolo masih bersifat tentatif dan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Pengguna jalan yang hendak menuju pusat kota diminta memperhatikan pengaturan tersebut dan memilih jalur alternatif selama karnaval berlangsung. Dinas Perhubungan juga menyiapkan sejumlah kantong parkir bagi pengunjung, antara lain di kawasan Ngesengan, Bakorwil, Jalan Veteran, Jalan Kartini, Jalan Sutopo, Jalan Jenggolo, Jalan Pajajaran, kawasan Alun-alun, dan Jalan Kalingga.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyampaikan bahwa persiapan karnaval telah dilakukan secara maksimal. Ia menyebut karnaval tahun ini akan melibatkan 45 mobil hias yang berkeliling Kota Magelang dan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun wisatawan.
Menurut Damar, karnaval bukan sekadar tontonan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menunjukkan keseriusan Kota Magelang dalam menggarap sektor ekonomi kreatif, termasuk sektor yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat, seperti pariwisata, kuliner, dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
MEC 2026 sekaligus menutup MFF 2026 yang digelar pada 25 Oktober hingga 1 November 2026. Selama sepekan, festival tersebut menghadirkan pameran dan bursa tanaman hias, kontes anggrek, kontes kucing dan burung, lomba merangkai bunga, pertunjukan seni dan musik, serta stan UMKM. Pemerintah Kota Magelang juga menyiapkan koordinasi terkait penataan lokasi, lalu lintas, parkir, pengamanan, kebersihan, dan pelayanan kesehatan.
Melalui festival dan karnaval ini, Pemerintah Kota Magelang berharap identitas Kota Bunga yang telah melekat sejak lama dapat kembali hidup. Di sisi lain, warga dan wisatawan diimbau datang lebih awal, memanfaatkan kantong parkir yang tersedia, dan mengikuti arahan petugas di sepanjang rute karnaval.
Sumber: Media Kompeten, Inviews Media, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.