Suarapantura.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur 16 wilayah di Jawa Tengah pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Prakiraan tersebut berlaku untuk periode pukul 07.00 hingga 19.00 WIB, dan warga diimbau mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat menyertainya.
Keenam belas wilayah yang masuk dalam prakiraan hujan sedang hingga lebat itu meliputi Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Grobogan, Blora, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, dan Bumiayu. Potensi hujan yang lebih kuat ini terutama berkaitan dengan kawasan pegunungan dan dataran tinggi serta Pantura tengah dan sekitarnya.
Prakirawan cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan pada Sabtu pagi pukul 06.00 WIB, Kota Semarang berada dalam kondisi berawan. Saat itu angin bertiup dari arah selatan dengan kecepatan sekitar 4 kilometer per jam, suhu udara tercatat 25,6 derajat Celsius, dan kelembapan udara mencapai 94 persen.
Dalam penjelasannya, Ferry menyebut, Potensi hujan intensitas sedang-lebat di wilayah pegunungan-dataran tinggi, Pantura tengah, dan sekitarnya. Waspada potensi bencana hidrometeorologi. Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam waktu singkat dapat memicu genangan, banjir lokal, tanah longsor, pohon tumbang, maupun sambaran petir di titik-titik rawan.
Secara umum, cuaca Jawa Tengah pada hari ini diprakirakan berawan pada pagi hingga siang hari. Hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di wilayah bagian selatan pada pagi hari, kemudian potensi hujan ringan hingga sedang meningkat pada sore sampai malam hari. Angin secara umum bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam, suhu udara diprakirakan berada pada rentang 27 hingga 34 derajat Celsius, dan kelembapan udara berkisar 45 hingga 90 persen.
Di luar 16 wilayah tersebut, BMKG mencatat hujan ringan diprakirakan terjadi di Purworejo, Wonogiri, Pekalongan, dan Tegal. Sementara itu, hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur Kebumen, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Magelang, Surakarta, Salatiga, Semarang, Majenang, dan Ambarawa.
Untuk wilayah perairan, BMKG turut memperkirakan tinggi gelombang di pantai selatan Jawa Tengah mencapai 0,5 hingga 1,25 meter, sedangkan kawasan pantai utara berada pada kisaran 0,1 hingga 1,25 meter. Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diimbau memperhatikan kondisi perairan sebelum beraktivitas, terutama apabila hujan disertai angin kencang.
Pada skala nasional, Jawa Tengah termasuk di antara 21 provinsi yang ditetapkan BMKG dalam kategori Waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat pada 31 Oktober 2026. Empat provinsi lain berada pada kategori Siaga, yakni Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Kalimantan Barat. Status Waspada merupakan peringatan atas potensi cuaca, bukan pernyataan bahwa seluruh daerah akan diguyur hujan lebat secara merata pada waktu yang sama.
Masyarakat diimbau memantau pembaruan prakiraan dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi InfoBMKG, karena prakiraan dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer. Warga juga diminta memeriksa saluran air di sekitar tempat tinggal, menghindari berteduh di bawah pohon saat terjadi petir, serta menunda aktivitas di kawasan rawan banjir dan longsor apabila hujan deras disertai angin kencang.
Sumber: BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang melalui Detikcom yang dikutip MediaKompeten, serta peringatan dini nasional BMKG yang dilaporkan Aktualita.