Suarapantura.com - Perubahan pola perjalanan Kereta Api (KA) Banyubiru relasi Semarang-Solo mulai Desember 2026 menjadi perhatian penumpang. Kereta yang selama ini melayani rute Semarang Tawang-Solo Balapan pulang pergi itu disebut akan berstatus fakultatif, atau kereta tambahan yang tidak beroperasi setiap hari, mulai 1 Desember 2026.
Kabar tersebut mencuat setelah jadwal KA Banyubiru untuk keberangkatan Desember 2026 tidak lagi ditemukan dalam sistem pemesanan. Padahal, tiket kereta tersebut masih tersedia untuk perjalanan hingga 30 November 2026. Pengecekan yang dilakukan Detikcom menunjukkan tidak adanya tiket Banyubiru untuk perjalanan mulai 1 Desember 2026.
Konfirmasi senada datang dari akun resmi KAI 121 di Threads. Admin akun tersebut menyampaikan bahwa perjalanan KA Banyubiru saat ini baru tersedia hingga 30 November 2026, sedangkan untuk Desember 2026 layanan tersebut masuk kategori kereta tambahan atau fakultatif. Penumpang pun disarankan memeriksa jadwal dan ketersediaan tiket secara berkala melalui menu Antar Kota di aplikasi Access by KAI.
Di sisi lain, KAI Daerah Operasi 4 Semarang belum memberikan penjelasan lengkap mengenai kebijakan tersebut. Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, saat dikonfirmasi Detikcom pada Senin (2/11/2026) hanya menyampaikan bahwa informasi tambahan akan diberikan kemudian.
Luqman menjelaskan, pemesanan tiket kereta untuk keberangkatan mulai 1 Desember 2026 telah dibuka melalui aplikasi Access by KAI. Pembukaan pemesanan itu merupakan bagian dari persiapan pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026, yang mencakup penyesuaian jadwal, pola perjalanan, stasiun pemberhentian, serta perpanjangan relasi kereta lokal di wilayah Daop 4 Semarang.
Melalui GAPEKA 2026, KAI menyesuaikan pola perjalanan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk penambahan stasiun pemberhentian pada sejumlah layanan. Penumpang pun disebut memiliki lebih banyak pilihan untuk naik dan turun di stasiun yang lebih dekat dengan tempat tinggal atau tujuan perjalanan mereka.
Perubahan status Banyubiru juga ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah warganet mengaitkannya dengan pengoperasian KA Pandawa yang menggunakan kelas eksekutif penuh dengan harga tiket disebut berada di kisaran Rp100 ribuan. Sebagian penumpang mempertanyakan apakah pelanggan Banyubiru akan beralih ke moda transportasi lain, mengingat tingkat keterisian kereta tersebut selama ini dinilai cukup baik.
Bagi masyarakat yang berencana bepergian pada Desember 2026, KAI mengimbau agar memeriksa kembali jadwal keberangkatan dan kedatangan, tanggal perjalanan, serta stasiun asal dan tujuan melalui Access by KAI sebelum menyelesaikan transaksi. Hal itu penting karena penyesuaian GAPEKA dapat memengaruhi waktu keberangkatan, kedatangan, hingga pilihan stasiun pemberhentian.
Sumber: Detikcom, MediaKompeten, KAI.